AMBON, BABETO.ID – Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak hingga menjangkau seluruh wilayah kepulauan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat membuka Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau di Aula BPMP Maluku, Rumah Tiga, Ambon, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan, bersama unsur Forkopimda, Komisioner Komnas Perempuan, organisasi perempuan, akademisi, serta perwakilan perempuan dari 11 kabupaten dan kota di Maluku.
Dalam sambutannya, Gubernur menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus merawat nilai-nilai persaudaraan yang menjadi kekuatan sosial masyarakat Maluku.
Menurutnya, tantangan geografis sebagai provinsi kepulauan membuat upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak membutuhkan pendekatan khusus agar mampu menjangkau masyarakat di wilayah pesisir, terpencil, terluar, dan tertinggal.
“Pemberdayaan dan perlindungan perempuan di Maluku membutuhkan pendekatan yang berbeda agar pelayanan dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk komunitas adat dan daerah kepulauan,” kata Gubernur.
Ia juga mengingatkan berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan dan anak, mulai dari kekerasan seksual, perkawinan anak, ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga keterbatasan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Karena itu, Hendrik mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem perlindungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.***








Komentar