AMBON, BABETO.ID – Pemuda Muhammadiyah Maluku, menyoroti beredarnya isu dugaan kebocoran anggaran sebesar Rp4,6 miliar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku yang belum memiliki kejelasan sumber dan verifikasi.
Ketua Bidang Pengkaderan dan Pendidikan, Ahmad Bilal Tuhulele, mengingatkan bahwa informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Informasi yang belum jelas kebenarannya bisa menyesatkan opini publik dan berpotensi menjadi hoaks. Karena itu, masyarakat harus lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, isu Rp4,6 miliar yang beredar saat ini belum dapat dipastikan kebenarannya, sehingga publik diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Menurutnya, di era digital saat ini, kecepatan informasi harus diimbangi dengan sikap kritis dalam melakukan verifikasi sebelum mempercayai suatu kabar.
Selain itu, ia juga menyoroti peran media agar tetap mengedepankan profesionalisme dengan menjunjung tinggi prinsip verifikasi dan keberimbangan.
“Media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi. Verifikasi dan konfirmasi harus menjadi dasar dalam setiap pemberitaan,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi serta tetap menjaga situasi yang kondusif di tengah berbagai isu yang berkembang.








Komentar