AMBON, BABETO.ID – Masyarakat Maluku, khususnya para pencari kerja, diminta berhati-hati terhadap informasi rekrutmen tenaga kerja proyek LNG Abadi Blok Masela yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi pesan.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku, M. Rizal Latuconsina, menyusul adanya pihak yang mencatut nama instansinya untuk meyakinkan calon pencari kerja.
Rizal menegaskan, hingga saat ini Disnakertrans Maluku belum melakukan kerja sama dengan pihak mana pun terkait rekrutmen maupun pelatihan tenaga kerja untuk proyek Blok Masela.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap setiap informasi lowongan yang mengatasnamakan pemerintah maupun perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Setiap informasi terkait pelatihan maupun rekrutmen tenaga kerja harus dikonfirmasi dan dikoordinasikan dengan Disnakertrans Maluku atau kantor Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota setempat,” ujar Rizal di Ambon, Sabtu (8/8/2026).
Selain mencatut nama Disnakertrans Maluku, beredar pula poster digital yang mengatasnamakan INPEX dengan judul pendaftaran calon tenaga kerja proyek Blok Masela.
Dalam poster tersebut, calon pelamar diarahkan mengisi data melalui Google Form. Informasi itu kemudian diklarifikasi dan dipastikan bukan berasal dari INPEX.
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Maluku yang melakukan klarifikasi kepada INPEX juga memperoleh penjelasan bahwa perusahaan tidak menggunakan Google Form maupun nomor Customer Care untuk proses rekrutmen tenaga kerja.
Informasi palsu tersebut berpotensi digunakan untuk mengumpulkan data pribadi pencari kerja.
INPEX sendiri mengingatkan masyarakat mengenai modus recruitment scam melalui kanal karier resminya. Rekrutmen resmi hanya disampaikan melalui kanal karier perusahaan dan platform pihak ketiga yang ditunjuk.
Perusahaan juga menegaskan tidak pernah meminta pembayaran dalam bentuk apa pun kepada calon pelamar selama proses perekrutan.
Karena itu, pencari kerja diminta mencurigai tawaran yang meminta biaya pendaftaran, administrasi, pelatihan, seragam, akomodasi maupun pembayaran lain dengan alasan sebagai syarat mendapatkan pekerjaan.
Masyarakat juga diminta tidak sembarangan menyerahkan KTP, kartu keluarga, ijazah, CV, nomor rekening, alamat maupun data pribadi lainnya kepada pihak yang belum dapat diverifikasi.
Besarnya perhatian masyarakat terhadap proyek Blok Masela dinilai menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk menawarkan pekerjaan fiktif dengan iming-iming gaji besar atau kepastian diterima bekerja.
Pencari kerja diimbau memastikan sumber informasi, perusahaan yang melakukan perekrutan, kanal pendaftaran serta mekanisme seleksi sebelum mengisi formulir atau menyerahkan dokumen.
Khusus informasi yang mengatasnamakan Disnakertrans Maluku, masyarakat dapat melakukan konfirmasi kepada Disnakertrans Maluku atau Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota.
Sedangkan informasi yang mengatasnamakan INPEX harus diperiksa melalui kanal karier resmi perusahaan.
Masyarakat diingatkan bahwa penggunaan logo perusahaan, nama pejabat, nomor telepon, kop surat maupun desain poster yang terlihat resmi tidak menjamin informasi tersebut benar.
Jika calon pelamar diminta mentransfer uang atau mengisi data pribadi melalui tautan yang tidak jelas, masyarakat diminta menghentikan proses dan melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Proyek LNG Abadi Blok Masela yang mulai memasuki tahapan pembangunan menjadi perhatian besar masyarakat Maluku. Karena itu, peluang kerja yang muncul diharapkan benar-benar melalui mekanisme resmi dan transparan, bukan dimanfaatkan sebagai modus penipuan.
Jangan membayar untuk mendapatkan pekerjaan dan jangan menyerahkan data pribadi sebelum memastikan informasi rekrutmen berasal dari sumber resmi.***








Komentar