oleh

Warga Mengeluh, Layanan BPJS Kesehatan di Sejumlah Rumah Sakit Ambon Disorot

-Berita, Kesehatan-106 Dilihat

AMBON, BABETO.ID – Keluhan warga terkait pelayanan pasien pengguna BPJS Kesehatan di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon kembali menjadi perhatian publik.

Dilansir dari akun TikTok BABETO.ID pada Sabtu (3/10/2026), keluhan tersebut berkaitan dengan seorang pasien dari keluarga kurang mampu bernama Sahafira Wagola yang disebut mengalami persoalan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Postingan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Salah satunya akun @Jasmin yang berkomentar bahwa RSUD Haulussy disebut tidak pernah menolak pasien.

Komentar itu kemudian dibalas oleh akun @Nazaruddin yang mengaku pernah mengalami persoalan pelayanan ketika menggunakan BPJS.

“Batul, z prnh tolak pasien..tp klau pake BPJS biar dtang prtama tp pelayan yg trakhir..krn b prnh alami,” tulisnya.

Ia juga menyinggung pengalaman di RST Ambon. Menurutnya, persoalan kapasitas atau kondisi rumah sakit yang penuh bisa menjadi salah satu alasan pelayanan menjadi terbatas.

“Klau RST z mungkin tanya anak tentara kpa…klau full b prcya krn memang RST padat trus,” lanjutnya.

Komentar lainnya datang dari akun @Ima Rumbia yang mengaku mengetahui kondisi RST dan menyebut rumah sakit tersebut memang sempat penuh dalam beberapa hari terakhir.

“Bner sekali mmg RST kebetulan ad penuh hari2 kemarin,” tulisnya.

Sementara itu, akun @dapadabu mempertanyakan pengalaman pasien dan keluarganya dengan menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan adanya perbedaan perlakuan terhadap masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan.

“la itu orang tuanya yg bilang, masih zg percaya lai?? mungkin dia bukan orang berada, atau bukan keluarga Nakes jadi di tolak,” tulisnya.

Beragam komentar tersebut menunjukkan adanya pengalaman masyarakat yang berbeda-beda terkait pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien peserta BPJS.

Namun, sejumlah komentar di media sosial tersebut merupakan pengalaman dan pendapat pribadi pengguna akun.

Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak rumah sakit maupun instansi terkait untuk memastikan kronologi dan penyebab sebenarnya dari persoalan pelayanan yang dikeluhkan.

Persoalan ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya pelayanan kesehatan yang adil dan transparan bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang maupun status kepesertaan pasien.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *