AMBON, BABETO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi siswa SMK Negeri 3 Ambon diduga disalahgunakan oleh oknum guru dan pegawai sekolah untuk kepentingan pribadi.
Dugaan tersebut disampaikan oleh sumber internal sekolah yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengungkapkan bahwa bukan hanya guru, tetapi juga Kepala Tata Usaha sekolah pernah kedapatan membawa pulang sisa makanan MBG.
“Anak-anak di sekolah tahu. Guru juga makan MBG. Bahkan ada pegawai yang pernah bawa pulang,” ungkap sumber tersebut.
Ia menjelaskan, dirinya memiliki lebih dari 30 siswa wali. Namun, makanan MBG hanya dibagikan kepada siswa yang hadir di sekolah.
Jika dalam satu hari hanya 12 siswa yang masuk, maka hanya 12 ompreng yang diberikan, sementara sisa jatah MBG tidak jelas peruntukannya.
“Beta punya anak wali ada 30 lebih. Tapi kalau yang masuk cuma 12 orang, berarti cuma 12 ompreng yang dikasih. Terus sisanya itu ke mana?” ujarny.
Sumber tersebut juga menyoroti kebijakan sekolah yang menutup pagar tepat pukul 07.30 WIT. Siswa yang datang terlambat tidak diizinkan masuk, sehingga otomatis tidak menerima jatah MBG.
Padahal, SMK Negeri 3 Ambon memiliki hampir 40 kelas. Jika di setiap kelas terdapat siswa yang tidak hadir, maka jumlah makanan MBG yang tersisa cukup banyak.
Namun, menurut sumber tersebut, sisa makanan itu tidak dibagikan kepada siswa lain yang masih berada di lingkungan sekolah, melainkan dibungkus dan dibawa pulang oleh oknum tertentu.
“Dong seng mau kasi ke siswa yang masih ada di sekolah. Lebih pilih bawa pulang untuk pribadi. Ini sangat tidak betul,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kondisi ekonomi sebagian siswa yang sangat membutuhkan bantuan dari program MBG.
“Kasihan, ada siswa yang pulang harus cari uang dulu baru bisa makan. Ada yang tinggal di kos, ada yang numpang di orang. Tapi pegawai sekolah malah ambil jatah mereka,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Ambon hingga berita ini diturunkan belum memberikan klarifikasi.
Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (24/1/2026) belum mendapat respons.
Sedangkan Kepala Tata Usaha SMK Negeri 3 Ambon belum juga dapat dikonfirmasi.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan akan terus berupaya menghubungi pihak sekolah guna memperoleh penjelasan resmi.***














Komentar