oleh

Wacana Sulawesi Merdeka Kembali Muncul dalam Diskusi, Federalisme hingga Otonomi Daerah Ikut Dibahas

-Berita, Hukum-6 Dilihat

MAKASSAR, BABETO.ID – Wacana mengenai masa depan hubungan antara daerah dan pemerintah pusat kembali menjadi bahan perbincangan dalam sebuah diskusi yang menyinggung gagasan “Sulawesi Merdeka”, sistem federal hingga model hubungan pusat dan daerah.

Dilansir dari akun TikTok Tgk Aceh pada Senin (29/9/2026), sebuah video yang diunggah dengan keterangan “Tokoh dan Aktivis Sulawesi deklarasi Sulawesi Merdeka” memperlihatkan potongan pembahasan mengenai kondisi politik dan pemerintahan Indonesia.

Dalam video tersebut, salah seorang peserta diskusi menyinggung Presiden Joko Widodo dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Ia mengatakan dirinya bersyukur Jokowi tidak menyatakan pernah berkuliah di kampus tersebut.

“Coba bayangkan kalau Jokowi mengaku alumni Unhas, kita repot semua,” ujarnya dalam video.

Peserta tersebut kemudian menyebut adanya aksi yang menurutnya dilakukan KAHMI dan sejumlah aliansi pada bulan sebelumnya. Ia mengaitkan aksi itu dengan munculnya pembahasan mengenai gagasan “Sulawesi Merdeka”.

“Aksi bulan lalu, masih ada videonya. Jadi ini saya panasin orang Makassar, kenapa orang Makassar lebih tertinggal dari Parepare,” katanya.

Ia selanjutnya mempertanyakan langkah yang dapat ditempuh masyarakat ketika menghadapi persoalan yang dinilainya terjadi di tingkat nasional.

“Apakah kita revolusi, atau kita menyatakan Sulawesi merdeka, atau ada model lain, dengan model federal,” ujarnya.

Ia juga mengkritik perjalanan Indonesia selama puluhan tahun dengan sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan menyampaikan pandangan bahwa sistem tersebut belum memberikan hasil yang menurutnya diharapkan.

“Karena 81 tahun Indonesia merdeka dengan NKRI itu hanya zoong, tidak ada yang bisa didapat,” ungkapnya.

Peserta diskusi itu kemudian meminta agar pembahasan mengenai persoalan daerah tidak berhenti pada pertemuan atau kunjungan seremonial. Ia mendorong agar diskusi menghasilkan gagasan dan langkah yang lebih konkret.

“Jangan hanya datang keliling Indonesia basa-basi, setelah itu lupa lagi,” katanya.

Sementara itu, pemberitaan mengenai forum diskusi KAHMI Sulsel pada awal September 2026 menunjukkan bahwa pembahasan mengenai hubungan pusat dan daerah memang sempat berkembang ke isu otonomi khusus, penguatan kewenangan daerah dan sistem federal.

Namun, forum tersebut tidak menghasilkan satu sikap tunggal dari seluruh peserta.

Di kolom komentar video yang beredar, sejumlah pengguna turut menanggapi wacana tersebut. Salah satunya, akun @OEMAR BAKRIE SHOP, mempertanyakan apakah Sulawesi dapat mencapai tingkat kesejahteraan seperti Brunei Darussalam jika berdiri sendiri.

“Sulawesi Merdeka bisa sejahtera seperti Brunei Darussalam kah?” tulisnya.

Sementara akun @AndiPettarani menilai Sulawesi memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk menjadi wilayah yang berdiri sendiri.

“Sulawesi bisa jadi negara tersendiri… Sulsel kaya akan sumber daya alamnya,” tulisnya.

Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa gagasan mengenai masa depan hubungan pusat dan daerah masih menjadi bahan diskusi di sejumlah kalangan.

Namun, pernyataan dalam video maupun komentar warganet tersebut tidak dapat secara otomatis dianggap sebagai sikap resmi seluruh masyarakat Sulawesi atau organisasi yang disebutkan tanpa adanya keterangan dan pernyataan resmi dari pihak terkait.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *