AMBON, BABETO.ID – Seorang sponsor bernama Dessy Rumaday membantah tuduhan penipuan pekerjaan yang disebut-sebut menyebabkan seorang gadis asal Maluku, Sariani, mengalami penyiksaan di Libya.
Klarifikasi tersebut disampaikan Dessy melalui unggahan di grup Facebook New PILAR – SBT, yang diposting oleh akun Verga Dessy Riday, Kamis (5/2/2026). Dalam unggahan itu, Dessy membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp antara dirinya dan Sariani, serta sebuah video yang memperlihatkan Sariani sedang bernyanyi.

Dalam pernyataannya, Dessy menegaskan bahwa dirinya tidak ingin nama baiknya dicemarkan hanya karena persoalan pekerjaan.
“Jangan karena mau kasih jatuh pekerjaan beta (saya), lalu nama baik beta dikasih rusak. Se (kamu) tidak bawa nama ibu Dede yang bawa se ke Libya itu, tapi kenapa beta yang dibawa-bawa,” tulis Dessy dalam unggahan tersebut.
Ia juga menyebut bahwa sebelumnya Sariani sempat meminta ibunya untuk mencari tenaga kerja wanita (TKW), hingga akhirnya ibu Dessy membawa dua orang ke Jakarta. Menurut Dessy, hal itu menjadi alasan mengapa namanya dikaitkan dalam kasus tersebut.
Dessy menambahkan bahwa Sariani pernah mengatakan kepadanya bahwa ia merasa takut tersaingi, meski tidak dijelaskan secara rinci maksud dari pernyataan tersebut.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan Sariani, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang mengaku sedang berada di Libya dan meminta bantuan untuk dipulangkan ke Indonesia.
“Sekarang saya di Libya, saya ingin pulang. Tolong bantu saya. Saya dibawa dari sponsor saya yang bernama Desy Rumaday,” kata Sariani dalam video tersebut.
Sariani mengungkapkan bahwa dirinya dijanjikan akan diberangkatkan ke Arab Saudi untuk bekerja di sebuah kantor. Karena itu, orang tuanya memberikan izin, dengan keyakinan bahwa ia akan bekerja secara legal dan aman.
Namun, menurut pengakuannya, ia justru dibawa ke Libya oleh sponsor lain yang disebut bernama Ibu Tia dan Bapak Muhammad. Di Libya, Sariani mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi dari majikannya.
“Saya dipukul sama majikan saya, HP saya disita. Saya dibawa ke kantor, dipukul dan dikurung di gudang,” ungkapnya.
Dalam kondisi sakit dan tertekan, Sariani memohon kepada masyarakat agar videonya disebarluaskan agar ia mendapat bantuan dan bisa kembali ke Tanah Air.
“Tolong saudara-saudara semua, saya minta tolong. Tolong diperluas video ini supaya saya bisa dibantu pulang ke Indonesia,” tuturnya. ***












Komentar