oleh

Truk Tambang Kembali Beroperasi di Jalan Toha Parung Panjang, Ahmad Rohani Soroti Belum Ada Lampu Hijau dari Gubernur Jabar

-Berita, Hukum-40 Dilihat

BOGOR, BABETO.ID – Aktivitas truk pengangkut hasil tambang kembali terlihat melintas di Jalan Toha, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Padahal hingga saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut belum mengeluarkan keputusan resmi terkait pembukaan kembali aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Kembalinya kendaraan bertonase besar itu memicu keresahan warga. Masyarakat mengaku mulai merasakan dampak yang sebelumnya sempat mereda, mulai dari debu, kerusakan jalan, hingga meningkatnya risiko kecelakaan di jalur utama yang setiap hari digunakan warga.

Aktivitas tersebut muncul setelah pernyataan Bupati Bogor, Rudi Susmanto, saat menemui massa aksi di Cibinong beberapa waktu lalu yang meminta agar aktivitas pertambangan kembali dibuka.

Meski demikian, hingga saat ini Gubernur Jawa Barat belum memberikan keputusan resmi terkait pencabutan penghentian atau pembatasan aktivitas pertambangan di Kabupaten Bogor.

Menanggapi kondisi itu, Aktivis Bogor Raya, Ahmad Rohani, menilai adanya ketidaksinkronan antara pernyataan pemerintah kabupaten dengan kebijakan resmi pemerintah provinsi.

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat Parung Panjang terkait truk tambang yang kembali beroperasi. Warga mengeluhkan jalan kembali rusak, debu meningkat, dan risiko kecelakaan yang makin tinggi. Sementara keputusan resmi dari gubernur sampai saat ini belum ada,” kata Ahmad Rohani, Rabu (13/5).

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan kepala daerah tidak dapat langsung dimaknai sebagai keputusan resmi sebelum adanya aturan atau kebijakan yang sah dari pemerintah provinsi.

Ia menegaskan bahwa selama belum ada keputusan resmi terkait pembukaan kembali aktivitas tambang, maka operasional yang berlangsung perlu menjadi perhatian pihak terkait.

“Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang dirugikan akibat kebijakan yang belum memiliki dasar hukum yang jelas. Keselamatan warga dan kepentingan publik harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Ahmad juga meminta instansi terkait bersama aparat penegak hukum melakukan pengawasan terhadap aktivitas kendaraan tambang di wilayah tersebut, sekaligus memastikan aturan yang berlaku dijalankan secara konsisten.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait aktivitas truk tambang yang kembali terlihat beroperasi di Jalan Toha, Parung Panjang.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *