oleh

TP PKK Maluku Dorong Kopi Tuni Jadi Ikon Unggulan Daerah

-Berita, Ekonomi-14 Dilihat

AMBON, BABETO.ID – Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Rampen Lewerissa, mendorong pengembangan Kopi Tuni sebagai produk unggulan sekaligus ikon daerah yang mampu memperkenalkan potensi lokal Maluku ke pasar yang lebih luas.

Dukungan tersebut disampaikan saat Maya mengunjungi Kedai Kopi Tuni, UMKM binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), yang berlokasi di lingkungan kantor PLN UIW MMU, Ambon.

Dalam kunjungan itu, Maya mencicipi langsung kopi khas Maluku tersebut sekaligus berdialog dengan pengelola mengenai karakteristik, aroma, cita rasa, dan peluang pengembangannya sebagai komoditas bernilai ekonomi.

Maya hadir bersama rombongan yang turut didampingi anggota DPRD Provinsi Maluku, Nita Bin Umar. Kunjungan tersebut disambut jajaran manajemen PLN UIW MMU.

Pengelola menjelaskan bahwa Kopi Tuni memiliki keunikan pada ukuran biji serta variasi aroma dan rasa yang dipengaruhi lingkungan tempat tanaman kopi tumbuh.

Kopi yang tumbuh di sekitar pohon durian, misalnya, dapat memiliki nuansa aroma dan rasa menyerupai durian. Sementara kopi yang tumbuh berdekatan dengan pohon kakao dapat menunjukkan karakter aroma dan rasa menyerupai cokelat.

Keunikan tersebut dinilai menjadi potensi yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Selain memperkenalkan kekayaan komoditas lokal Maluku, pengembangan Kopi Tuni juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi petani, koperasi, pelaku UMKM, dan masyarakat yang terlibat dalam rantai produksinya.

General Manager PLN UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah, mengatakan perhatian Ketua TP PKK Maluku terhadap Kopi Tuni menjadi dorongan bagi PLN untuk terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Menurutnya, dukungan terhadap UMKM tidak hanya sebatas memperkenalkan produk lokal, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Pengembangan Kopi Tuni sejalan dengan program Pengembangan Koperasi Seribu Negeri Kopi Maluku yang didukung PLN UIW MMU.

Melalui program TJSL, PLN memberikan pendampingan dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan koperasi, pelatihan pengolahan kopi, hingga perluasan akses pemasaran.

PLN juga mendukung penggunaan peralatan produksi berbasis listrik untuk meningkatkan efisiensi pengolahan sekaligus membantu menjaga kualitas produk.

Upaya tersebut membuka peluang pemasaran Kopi Tuni ke pasar yang lebih luas. Produk kopi khas Maluku ini telah dipasarkan di dalam negeri dan menjangkau pasar internasional, termasuk Belanda dan Amerika Serikat.

Konsistensi PLN UIW MMU dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat turut mendapat pengakuan melalui TOP CSR Awards 2026 kategori Site Level Star 3 serta Silver Award pada ajang Indonesia SDGs Awards (ISDA) 2025.

Dony menambahkan, dukungan berbagai pihak, termasuk TP PKK Maluku, menjadi peluang untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

PLN berharap Kopi Tuni tidak hanya dikenal karena keunikan aroma dan cita rasanya, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas petani, memperkuat usaha lokal, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan koperasi, dan perluasan pemasaran, Kopi Tuni diharapkan semakin berdaya saing dan berkembang menjadi salah satu produk kebanggaan masyarakat Maluku.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *