MALUKU, BABETO.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan proses rekrutmen tenaga kerja di proyek Blok Masela harus utamakan tenaga kerja lokal.
Hal itu disampaikan Lewerissa saat menerima aspirasi dari masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) yang menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Maluku, Selasa, 6/10/2026.
Ia mengatakan sejak awal pemerintah provinsi Maluku meletakan prinsip bahwa pengembangan proyek blok Masela adalah harus merekrut tenaga kerja lokal.
Menurut Lewerissa proyek blok masela harus bermanfaat bagi Maluku dan daerah-daerah seperti KKT dan MBD.
”Jadi rekrutmen tenaga kerja itu bukan kewenangan kita. Paham to. Bukan kantor gubernur yang bikin rekrutmen tenaga kerja itu tapi perusahan, ” ujarnya.
Lebih lanjut, HL sapaan singkat Hendrik Lewerissa mengatakan ketika perusahan merekrut tenaga kerja harus sesuai dengan kualifikasi.
”Ya semua orang betul-betul berkeinginan untuk bekerja. Tapi apakah orang itu memenuhi kualifikasi sesuai dengan kebutuhan kerja, tentu tidak, ” jelasnya.
HL menjelaskan pemerintah bertugas hanya untuk mengingatkan perusahan bahwa rekrutmen tenaga kerja harus utamakan tenaga kerja lokal.
”Kita sebagai pemerintah tugas kita mengingatkan, hey kalian kan sudah berkomitmen dengan kami sebagai pemerintah bahwa rekrutmen tenaga kerja harus utamakan pekerja lokal sepanjang kualifikasi itu tersedia, ” bebernya.
”Untuk kualifikasi tenaga ahli, kalau belum tersedia di Maluku bolehlah dong pakai dari luar. Itukan wajar, ” kata HL. ***














Komentar