AMBON, BABETO.ID – Ketua Wilayah Jaringan Islam Nusantara (JIN) Maluku, Bilal Tuhulele, yang juga Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan Pemuda Muhammadiyah Maluku, menegaskan bahwa Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bukan sosok yang anti terhadap kritik.
Pernyataan tersebut disampaikan Bilal menyikapi pemberitaan terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinilai perlu disajikan secara berimbang dan tidak membangun opini sebelum dilakukan konfirmasi.
“Kalau sampai diblokir, itu harus tahu situasi. Ente belum bertanya lagi, sudah buat judul berita aneh-aneh,” kata Bilal Tuhulele, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, wartawan memiliki kewajiban melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menyajikan pemberitaan, terutama jika berita tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah.
Ia meminta agar persoalan TPP tidak langsung dibingkai dengan judul yang dapat menimbulkan kesan negatif sebelum informasi yang diperoleh benar-benar dikonfirmasi kepada pihak terkait.
“Kalau sebagai wartawan mau niat konfirmasi, jangan dulu buat judul berita yang aneh-aneh. Tanya dulu ini persoalannya bagaimana,” ujarnya.
Bilal juga menilai Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa merupakan sosok yang terbuka terhadap diskusi dan kritik, sepanjang disampaikan dengan cara yang baik dan santun.
“Gubernur itu orang pintar dan cerdas. Tegas kami katakan bahwa beliau tidak anti kritik. Beliau mau, itu hobi berdiskusi dengan baik, bicara dengan sopan santun,” tegasnya.
Ia berharap pemberitaan mengenai kebijakan pemerintah, termasuk persoalan TPP, tetap mengedepankan prinsip keberimbangan, konfirmasi, serta tidak membentuk opini sepihak sebelum fakta diperoleh secara lengkap.***










Komentar