PIRU, BABETO.ID – Aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Suara Masyarakat Huamual Lokki (GSMHL) di depan Markas Polres Seram Bagian Barat (SBB), Senin (22/6/2026), berlangsung penuh emosi.
Tangis salah seorang keluarga korban, Son Wabula Payapo, pecah di tengah orasi saat menuntut kepastian hukum atas kasus pembacokan yang menimpa Rafli Bufakar, SH., MH.
Dengan mata berkaca-kaca, Son mengungkapkan kesedihan keluarganya yang hingga kini masih menunggu perkembangan penyidikan.
Menurutnya, Rafli sebagai korban belum sepenuhnya pulih akibat luka yang diderita, sementara keluarganya ikut menanggung beban sejak peristiwa tersebut terjadi.
“Mana keadilan untuk adik saya, Rafli Bufakar? Dia adalah korban, tetapi sampai sekarang kami masih menunggu kepastian. Kondisinya belum benar-benar pulih dan keluarganya ikut merasakan penderitaan,” ujarnya di hadapan ratusan peserta aksi.
Suasana seketika menjadi hening. Sejumlah peserta aksi berusaha menenangkan Son yang tak mampu menahan tangis.
Momen itu menggambarkan harapan besar keluarga agar aparat kepolisian segera menuntaskan penyelidikan secara menyeluruh.
Demonstrasi yang dipimpin Ami Seipattiseun, SH, dan Rizki Bufakar, SH, diikuti ratusan warga dari Kecamatan Huamual.
Mereka mendesak penyidik mengusut perkara tersebut hingga tuntas apabila ditemukan bukti yang mengarah pada dugaan keterlibatan pihak lain.
Dalam tuntutan tertulis yang diserahkan kepada Kapolres SBB, GSMHL menyinggung isi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tertanggal 18 Juni 2026 yang menyebut penyidik masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah pihak yang diduga berada di lokasi saat kejadian.
Ami Seipattiseun mengatakan masyarakat berharap proses hukum berjalan terbuka, profesional, dan bebas dari tekanan pihak mana pun.
Ia menilai pengungkapan perkara harus didasarkan pada fakta hukum dan alat bukti yang sah agar rasa keadilan benar-benar terpenuhi.
Selain meminta percepatan penyidikan, massa juga meminta kepolisian menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara berkala kepada keluarga korban sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
Dalam aksi itu, GSMHL turut meminta Polres SBB bersama Bidang Propam Polda Maluku menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan keberadaan anggota Bhabinkamtibmas Desa Ariate, Rikson Swalette, di sekitar lokasi kejadian.
Massa menegaskan seluruh informasi tersebut perlu diuji melalui mekanisme hukum yang objektif dan tidak boleh dijadikan dasar untuk menyimpulkan kesalahan seseorang sebelum ada hasil pemeriksaan resmi.
Unjuk rasa berlangsung damai dengan pengamanan aparat kepolisian. Hingga berita ini ditulis, Polres Seram Bagian Barat belum memberikan keterangan resmi mengenai tuntutan massa maupun perkembangan terbaru penyidikan kasus pembacokan terhadap Rafli Bufakar.
Kasus tersebut masih menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat. Bagi keluarga korban, pengungkapan seluruh fakta dalam perkara ini menjadi harapan untuk memperoleh kepastian hukum dan rasa keadilan.***














Komentar