Babeto.id, Kabupaten Bogor – Menyikapi polemik kebijakan pertambangan di Kabupaten Bogor, yang disampaikan melalui pesan tertulis Whatsap. Dimana Bupati Bogor, Rudy Suswanto,:memberikan klarifikasi dan menegaskan. Bahwa permohonan yang ia sampaikan saat bertemu massa di Cibinong pekan lalu, adalah meminta pembukaan kembali tambang hanya untuk yang berizin, bukan semua tambang.
Ia juga meminta agar beritanya tidak dipelintir, serta menyebutkan. Bahwa pihaknya sudah mengambil langkah penutupan, terhadap sejumlah tambang ilegal. Dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana yang dimuat sejumlah media.
Menanggapi klarifikasi Bupati tersebut, Ahmad Rohani, Aktivis Bogor Raya angkat bicara dengan tegas namun tetap konstruktif. Ia menyatakan mencatat dengan baik penjelasan tersebut, dan menegaskan kembali. Bahwa dirinya dan masyarakat luas tidak memelintir fakta, melainkan hanya menyampaikan apa yang benar-benar terjadi di lapangan.
“Saya mencatat dengan baik, pesan klarifikasi dari Pak Bupati. Saya tegaskan kembali, kami tidak memelintir berita. Kami hanya menyampaikan fakta yang terjadi di lapangan, truk-truk pengangkut tambang sudah berjalan bebas di Jalan Toha Parung Panjang. Padahal izin pembukaan kembali secara resmi dari Gubernur Jawa Barat, belum ada,” ujarnya pada Jumat (15/05/2026) kepada Babeto.id
Dibalik itu, Ahmad Rohani juga mengapresiasi penegasan Bupati. Bahwa permohonan pembukaan, hanya ditujukan bagi usaha tambang yang memiliki izin lengkap dan sah. Namun ia kembali mempertanyakan kenyataan yang ada, di jalan – jalan utama Kabupaten Bogor. Menurutnya, truk – truk yang terlihat beroperasi dan merusak fasilitas umum. Justru banyak kendaraan, yang keberadaan dan kelengkapan dokumennya masih dipertanyakan.
“Kalau maksud permintaan Pak Bupati hanya untuk tambang yang berizin, itu poin yang sangat baik dan harus kami apresiasi. Tapi pertanyaan kami tetap sama, kenapa di lapangan yang beroperasi dan merusak jalan justru banyak yang statusnya masih dipertanyakan atau belum ada kejelasan izinnya? Kami senang mendengar ada langkah penutupan tambang ilegal, tapi tolong buktikan secara nyata dan transparan, jangan hanya ada di berita saja.” tegasnya.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu tindakan nyata di lapangan. Apakah kendaraan yang melintas di Jalan Toha dan ruas jalan lainnya, benar-benar hanya milik pengusaha yang berizin lengkap? Atau masih banyak oknum yang memanfaatkan situasi, untuk beroperasi secara ilegal. (***/HAN)
Post Views: 16
Komentar