AMBON, BABETO.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menghadiri sekaligus membuka Pelantikan dan Rapat Kerja Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Maluku Periode 2026–2028, di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Transformasi Gerakan Membangun Peradaban Masa Depan par Maluku Pung Bae”.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Saleh Souwakil dilantik sebagai Ketua DPD IMM Maluku Periode 2026–2028 bersama jajaran pengurus lainnya.
Membacakan sambutan Gubernur Maluku, Sadali Ie menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD IMM Maluku yang baru dilantik.

Menurut Sadali, pelantikan yang dirangkaikan dengan rapat kerja menjadi momentum penting bagi IMM untuk memperkuat sinergi antara ilmu dan iman, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada adik-adik mahasiswa pengurus DPD IMM Maluku yang baru saja dilantik.
“Pelantikan yang dirangkaikan dengan rapat kerja ini merupakan momen penting bagi IMM untuk memperkuat sinergi ilmu dan iman dalam membangun bangsa, terutama Provinsi Maluku yang sama-sama kita cintai,” ujar Sadali.
Ia menilai gerakan mahasiswa memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa. Karena itu, semangat nasionalisme dan kebangsaan mahasiswa harus terus dijaga agar mampu memberikan kontribusi bagi kemaslahatan masyarakat.
Sadali menyebut mahasiswa memiliki dua peran strategis, yakni sebagai agent of change atau agen perubahan dan agent of social control atau agen kontrol sosial.
Sebagai agen perubahan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan paradigma baru yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara sebagai agen kontrol sosial, mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
Pada satu sisi, mahasiswa menjadi kaki tangan masyarakat, dan pada sisi yang lain, mahasiswa akan menjadi rekan pemerintah dalam upaya menyukseskan berbagai program pemerintah.
“Peran inilah yang harus diambil mahasiswa, terutama IMM, dengan tetap menyuarakan aspirasi masyarakat sekaligus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Sadali juga menekankan tanggung jawab IMM sebagai organisasi yang mengembangkan ideologi Muhammadiyah untuk terus memperkuat pendidikan dan dakwah yang sejalan dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin.
Ia berharap kader IMM Maluku mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang ramah, damai, inklusif, kritis, serta konstruktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah pribadi yang cerdas tanpa paksaan dan kritis tanpa menjatuhkan. Saya berharap kepengurusan yang baru mampu membawa IMM Maluku ke arah yang lebih maju, serta semakin aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keislaman,” harapnya.
Sekda juga berharap rapat kerja DPD IMM Maluku dapat menghasilkan program-program yang inovatif, realistis, dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Maluku, kata Sadali, terbuka untuk membangun komunikasi, sinergi, dan kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda Provinsi Maluku atau yang mewakili, perwakilan Wali Kota Ambon, Forkopimda Kota Ambon atau yang mewakili, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku atau yang mewakili, Ketua Umum DPP IMM Riyan Betawi, Ketua DPD IMM Maluku Periode 2026–2028 beserta jajaran, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, pimpinan organisasi kemahasiswaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, peserta rapat kerja, panitia penyelenggara, serta para kader IMM Maluku.***














Komentar