oleh

Sekda Maluku Dorong Percepatan Standar Layanan Insinyur Kehutanan di Daerah

JAKARTA, BABETO.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, mendorong percepatan implementasi standar layanan profesi insinyur, khususnya bidang teknik kehutanan, di daerah.

Hal tersebut disampaikan Sadali saat menghadiri Konvensi Nasional Badan Kejuruan Teknik Kehutanan (BKT HUT) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke-III di Integrity Room, Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sadali hadir sebagai Ketua Pengurus Pusat Forum Kolaborasi Rimbawan Indonesia. Ia juga dipercaya menjadi keynote speaker sekaligus salah satu dewan juri dalam konvensi nasional tersebut.

Sadali menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku mendukung penuh implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019, khususnya yang berkaitan dengan bidang teknik kehutanan.

“Sebagai pemerintah daerah, kami mendukung penuh percepatan implementasi profesi keinsinyuran, termasuk terwujudnya standar layanan insinyur di daerah,” ujar Sadali

Hal ini penting agar amanat Undang-Undang Keinsinyuran dan PP Nomor 25 Tahun 2019 dapat berjalan secara efektif serta memberikan kepastian dalam pelayanan profesi.

Menurutnya, diperlukan sinergi antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah memiliki pedoman yang jelas dalam menerapkan standar layanan insinyur.

“Kami berharap lahir kolaborasi antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Dalam Negeri, baik melalui keputusan bersama maupun surat edaran Mendagri kepada pemerintah daerah,” jelasnya.

Dengan demikian, implementasi standar layanan insinyur dapat dipercepat karena pemerintah daerah berada di bawah pembinaan Kementerian Dalam Negeri.

Sadali berharap konvensi tersebut dapat menghasilkan rekomendasi strategis dan gagasan konstruktif untuk memperkuat profesi insinyur teknik kehutanan sekaligus mendukung pembangunan sektor kehutanan yang berkelanjutan.

“Dengan tetap menjaga marwah profesi keinsinyuran, kami berharap konvensi ini melahirkan keputusan dan gagasan terbaik demi kemajuan profesi insinyur teknik kehutanan serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan bangsa,” tutup Sadali.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *