AMBON, BABETO.ID – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku mengelar kegiatan Baitul Arqom Madya (BAM) dengan tema ” Membentuk Kepemimpinan Muda untuk Kemandirian Pangan”, yang bertempat di Hotel Lie Green 11 sampai 13 Januari 2026, Minggu (11/01/2026).
Ketua Panitia Baitul Arqom Madya, Hariyono Nurlete mengatakan bahwa kegiatan Baitul Arqom Madya ini bagian dari pada komitmen kita untuk memperkuatkan pengkaderan ideologi Pemuda Muhammadiyah Maluku.
“Karena kalau dikatakan Pemuda Muhammadiyah itu sebagian orang masih bertanya – tanya siapa saja yang bisa masuk Pemuda Muhammadiyah!, dan kalau dikatakan tidak ikut BAM maka perlu di tanya – tanya keabsahannya”, ujarnya.
Kegiatan ini adalah bagian dari program kerja bidang kader Pendidikan dan Kaderisasi PWPM Maluku sejak kami dilantik. Dan hari ini baru kita melaksanakan program pertama kegiatan BAM.
Peserta BAM itu dari PWPM dan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten/Kota. Nurlete berharap kegiatan ini bisa melahirkan jiwa kemandirian pangan bagi Pemuda Muhammadiyah. Dan semoga kegiatan berjalan dengan baik.
Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Maluku Rimbo Bugis mengatakan bahwa kegiatan BAM ini sesuai dengan tema membentuk kepemimpinan muda untuk Kemandirian pangan.
Tema ini bagian dari dasar perjuangan Pemuda Muhammadiyah untuk memperkuat kemandirian pangan sebagai bentuk nasionalisme baru dalam perkembangan teknologi.
Kemajuan kemandirian pangan memberikan peluang besar bagi Pemuda Muhammadiyah Maluku untuk berinovasi. Bagaimana Pemuda Muhammadiyah Maluku bisa memperkuat ketahanan pangan terutama di bidang pertanian dengan memperdayakan pemuda serta masyarakat lokal, ujarnya.
Rimbo Bugis juga mendorong kader – kader Pemuda Muhammadiyah di Kabupaten/Kota untuk memperkuat kemandirian pangan di Maluku sebagai bentuk nasionalisme dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk program swasembada pangan nasional, termasuk penanaman, buah semangka, jagung, dan kakau (coklat).
Pemuda Muhammadiyah Maluku harus menjadi motor perubahan di Maluku terutama di desa – desa dengan memanfaatkan teknologi melalui kearifan lokal untuk masa depan kader Pemuda Muhammadiyah dan masyarakat Maluku, ujarnya.
Rimbo berharap dengan kegiatan BAM ini peserta bisa memahami kepemimpinan kemandirian pangan di daerahnya. Ini adalah semangat kita dalam pengkaderan di Pemuda Muhammadiyah Maluku.***














Komentar