AMBON, BABETO.ID – Nama Prof. dr. Gerrit Augustinus Siwabessy atau yang lebih dikenal sebagai G.A. Siwabessy tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, khususnya di bidang nuklir.
Dilansir dari postingan akun TikTok @asyilahari, Selasa (24/3/2026), Siwabessy dikenal luas sebagai “Bapak Atom Indonesia” karena kontribusinya dalam memperkenalkan dan mengembangkan ilmu radiasi modern di Tanah Air.
Siwabessy merupakan putra asli Maluku yang lahir pada 19 Agustus 1914. Ia menempuh pendidikan kedokteran dan kemudian mendalami bidang radiologi, sebuah cabang ilmu kedokteran yang berkaitan erat dengan pemanfaatan radiasi untuk diagnosis dan pengobatan.
Berbekal keilmuan tersebut, ia menjadi salah satu ilmuwan Indonesia pertama yang memahami dan mengembangkan pemanfaatan radiasi modern, baik untuk kebutuhan medis maupun penelitian ilmiah. Perannya sangat penting dalam masa awal pengenalan teknologi nuklir di Indonesia.
Selain dikenal sebagai ilmuwan, Siwabessy juga pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada periode 1966 hingga 1978. Selama menjabat, ia berkontribusi besar dalam pembangunan sistem kesehatan nasional, termasuk penguatan fasilitas radiologi di berbagai daerah.
Di bidang nuklir, keterlibatannya sangat erat dengan pengembangan lembaga tenaga atom nasional, termasuk Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Ia mendorong pemanfaatan tenaga nuklir untuk tujuan damai, seperti di bidang kesehatan, pertanian, dan penelitian.
Atas jasa-jasanya, nama Siwabessy diabadikan sebagai nama reaktor riset di Serpong, yakni Reaktor Siwabessy, yang menjadi salah satu pusat penelitian nuklir terbesar di Indonesia.
Kiprah dan dedikasinya menjadikan G.A. Siwabessy sebagai salah satu tokoh ilmuwan kebanggaan Indonesia, khususnya masyarakat Maluku. Ia tidak hanya dikenal sebagai dokter dan ilmuwan, tetapi juga sebagai pelopor yang membuka jalan bagi perkembangan teknologi nuklir di Indonesia.
Warisan pemikirannya hingga kini masih dirasakan, terutama dalam pemanfaatan teknologi radiasi untuk kepentingan kesehatan dan kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.***














Komentar