MALUT, BABAETO.ID – Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini mengunjungi kawasan Industri Weda Bay di Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Kedatangan Presiden Prabowo di Weda mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat. Termasuk para buruh di kawasan tambang nikel tersebut.
Mereka menyambutnya dengan teriakan segera menghapus Pajak Penghasilan (PPH 21) yang dianggap menindas buruh.
Hal tersebut terlihat pada unggahan akun Facebook mediacogoipa dilansir Babeto.id, Jumat, 9/10/2026.
”Pak hapus PPH 21,” teriak segerombolang buruh.
Selain itu, terlihat juga salah seorang Buruh tampak memegang selembar kardus bertuliskan keluhan mereka kepada Presiden atas PPH 21.
”Pak Prabowo turunkan PP21, “tulisnya.
Keberanian yang dilakukan seorang Buruh itu kemudian viral di media sosial dan mendapatkan respon positif dari warganet.
”Ternyata in orangnya yang berani menyampaikan Aspirasi langsung..Di Antara puluhan ribu Pekerja PT. IWIP, hanya 1 orang Anggota karyawan PT. IWIP yang berani menyampaikn Aspirasi Langsung Ke orang RI 01 tanpa mengganggu Ketertiban. Namanya(Rizky). Mantan Aktivis HMI yang kritis tapi realistis. Pesan yang singkat juga tepat sasaran.
”TURUNKAN PPH 21”
Cukup Pengusaha yg di pajak oleh Negara, pekerja jangan Di Bajak, “tulis @dei Nohsok.
”Kamu hebat kawan,, tulisanmu di sepenggal kardus adalah harapan kami semua,” kata akun @derry fredy.
Sedikit informasi, PPh 21 (Pajak Penghasilan Pasal 21) adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, bonus, atau imbalan lain yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, jabatan, jasa, atau kegiatan. Pajak ini dipotong langsung oleh pemberi kerja, badan, atau pihak yang memberikan penghasilan. ***








Komentar