oleh

Politik Adaptif Shiraj Fatta, Pesuruh Murad Ismail Kini Masuk Lingkaran Gubernur Hendrik

-Berita, Politik-214 Dilihat

AMBON, BABETO.ID – Kepala Kantor Perwakilan Maluku di Jakarta, Shiraj Fatta, kembali menjadi sorotan setelah mengunggah sejumlah foto kebersamaannya dengan sejumlah tokoh politik Maluku.

Dilansir pada Minggu (23/8/2026), dari akun Facebook Shiraj Fatta, terlihat sejumlah foto yang menampilkan Fatta bersama mantan Gubernur Maluku Murad Ismail dan istrinya, Widya Pratiwi, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, serta Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama istri.

Unggahan tersebut memperlihatkan Fatta berada dalam satu ruang kebersamaan dengan tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang dan posisi politik berbeda.

Dalam unggahannya, Fatta turut menyampaikan pesan mengenai pentingnya mengesampingkan ego dan membangun persatuan.

“Menurunkan ego untuk bersatu,” tulis Shiraj Fatta dalam unggahannya.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kebersamaan antara Hendrik Lewerissa dan Murad Ismail yang terlihat dalam sejumlah foto yang dibagikan.

Sikap Fatta menjadi perhatian karena sebelumnya ia dikenal dekat dengan lingkaran mantan Gubernur Maluku Murad Ismail. Kini, ia juga terlihat membangun komunikasi dengan lingkaran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Kondisi tersebut dapat dibaca sebagai bentuk komunikasi politik lintas kekuatan. Dalam politik, kemampuan menjaga hubungan dengan berbagai kelompok sering dipandang sebagai strategi untuk mempertahankan ruang komunikasi di tengah perubahan kekuasaan.

Namun, bagi sebagian kalangan, pola tersebut juga dapat disebut sebagai politik dua kaki. Istilah tersebut merujuk pada sikap politik yang berusaha tetap memiliki hubungan dengan lebih dari satu kekuatan.

Di sisi lain, Fatta melalui unggahannya seakan ingin menunjukkan bahwa perbedaan politik tidak harus menghilangkan hubungan personal dan kepentingan bersama.

Kebersamaan Hendrik Lewerissa dan Murad Ismail yang ditampilkan dalam unggahan tersebut juga dapat dimaknai sebagai simbol rekonsiliasi dan upaya menurunkan ego politik.

“Persatuan membutuhkan kita semua untuk menurunkan ego,” menjadi pesan yang tergambar dari narasi unggahan tersebut.

Langkah Fatta tersebut akhirnya menjadi perhatian publik. Apakah kedekatan dengan dua kekuatan politik itu merupakan bentuk politik pragmatis atau bagian dari upaya membangun komunikasi dan persatuan di Maluku, menjadi ruang penilaian publik.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *