PIRU, BABETO.ID – Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), khususnya wilayah Piru, mendapat sorotan dari warganet di media sosial. Salah satu komentar bahkan menyebut Piru sebagai “kota mati” di tengah ramainya kritik terhadap pemerintahan Bupati SBB Asri Arman.
Dilansir pada Minggu (30/8/2026) dari kolom komentar akun TikTok BABETO.ID, dengan keterangan unggahan “Panas, warganet ramai mengkritik Bupati SBB, Asri Arman”, sejumlah pengguna media sosial menyampaikan pandangannya terkait kondisi SBB.
Salah satu komentar datang dari akun @Rusmin Nuryadin yang menulis singkat, “sbb kota mati”.
Komentar tersebut menjadi bagian dari respons warganet terhadap pembahasan mengenai kondisi Kabupaten Seram Bagian Barat di media sosial.
Pernyataan “kota mati” dalam komentar tersebut merupakan pandangan pribadi dari pengguna TikTok dan tidak serta-merta menggambarkan kondisi Piru secara keseluruhan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten SBB juga mendapat perhatian terkait pelayanan publik. Ombudsman RI Perwakilan Maluku pada Juni 2026 menyebut hasil penilaian pelayanan publik SBB pada tahun sebelumnya masih berada pada peringkat rendah dan masuk zona merah. Ombudsman kemudian mendorong adanya perubahan pelayanan yang lebih responsif dan adaptif.
Sementara itu, Asri Arman merupakan Bupati Seram Bagian Barat periode 2025–2030 setelah ditetapkan KPU SBB sebagai pemenang Pilkada 2024 bersama Wakil Bupati Selfinus Kainama.
Komentar “SBB kota mati” tersebut kini menjadi salah satu bentuk kritik warganet yang muncul di tengah perbincangan mengenai perkembangan Kabupaten Seram Bagian Barat.***













Komentar