AMBON, BABETO.ID – Perekonomian Provinsi Maluku mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,04 persen hingga triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah terus bergerak di tengah kontribusi berbagai sektor usaha.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, pertumbuhan ekonomi secara kumulatif (c-to-c) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 mencapai 5,04 persen.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, mengungkapkan ekonomi Maluku pada triwulan III 2026 tumbuh 4,67 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara dibandingkan triwulan sebelumnya, pertumbuhan tercatat sebesar 3,39 persen.
Dari sisi lapangan usaha, sektor akomodasi dan penyediaan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 16,37 persen. Berikutnya pengadaan listrik dan gas sebesar 9,47 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 7,45 persen, serta konstruksi sebesar 6,86 persen.
Meski demikian, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama struktur ekonomi Maluku. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 24,86 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan III 2026.
Sementara itu, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib menyumbang 19,72 persen, disusul perdagangan besar dan eceran sebesar 14,98 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih mendominasi dengan kontribusi mencapai 69,40 persen terhadap PDRB. Angka tersebut memperlihatkan besarnya peran daya beli dan aktivitas konsumsi masyarakat dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Namun, di tengah pertumbuhan positif tersebut, kinerja ekspor luar negeri Maluku justru mengalami kontraksi sebesar 5,77 persen.
Data BPS ini menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi kebijakan pembangunan ekonomi, terutama memperkuat sektor unggulan seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan serta mendorong peningkatan ekspor.
Dengan penguatan sektor produktif dan pengembangan potensi sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi Maluku diharapkan tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.***








Komentar