oleh

Pengakuan Pekerja Soal Layanan Rumah Sakit Mengunakan BPJS, Ibu Kandung hingga Teman Kerja Disebut Pernah Ditolak

AMBON, BABETO.ID – Pengakuan seorang pekerja di salah satu rumah sakit di Ambon turut menyoroti persoalan pelayanan terhadap pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. Ia mengaku, bukan hanya pasien lain, tetapi keluarganya sendiri hingga teman kerjanya disebut pernah mengalami penolakan pelayanan.

Dilansir dari akun TikTok BABETO.ID pada Minggu (4/10/2026), dengan kepsen, “Kasihan pasien terbaring lemah dalam mobil, viral di media sosial diduga ditolak di sejumlah RS di Ambon.”

Postingan tersebut mendapat perhatian dari salah satu pengguna TikTok dengan akun @Bapak-bapak Nakes. Dalam komentarnya, ia mengaku bekerja di salah satu rumah sakit dan menyebut persoalan pelayanan pasien tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi ekonomi.

“Bukan soal kaya atau tidak, Kak. Memang sistem BPJS dan RS yang bobrok. Saya bekerja di satu RS, keluarga saya saja ditolak juga padahal umum,” tulisnya.

Ia juga mengungkapkan pengalaman lain yang menurutnya lebih memprihatinkan. Seorang teman kerjanya, kata dia, disebut pernah ditolak oleh rumah sakit tempat mereka bekerja.

“Ada lagi yang paling parah, teman kerja saya ditolak RS sendiri. Gak ngerti lagi, sedih lihat pasien-pasien yang ditolak,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut merupakan pengakuan dari pengguna media sosial dan belum dapat dipastikan secara independen oleh BABETO.ID.

Karena itu, persoalan tersebut perlu diklarifikasi oleh pihak rumah sakit maupun instansi terkait agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh mengenai mekanisme pelayanan pasien, khususnya peserta BPJS Kesehatan.

Keluhan mengenai pelayanan kesehatan menjadi perhatian publik karena menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh layanan medis secara layak, terutama ketika pasien berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan.

BABETO.ID masih berupaya memperoleh informasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait mengenai dugaan penolakan pasien tersebut.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *