AMBON, BABETO.ID – Pemuda Muhammadiyah Maluku meminta Kapolda Maluku Irjen. Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto untuk menunjukkan empati dengan mendatangi langsung keluarga korban yang di aniyaya seorang oknum, Brimib, yaitu Arianto Tawakkal.
Permintaan tersebut disampaikan karena hingga saat ini belum ada satu pun anggota kepolisian yang datang secara langsung untuk menyampaikan belasungkawa maupun permintaan maaf kepada pihak keluarga.
Wakil Ketua Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik, Wandri Makassar, menegaskan bahwa Kapolda harus segera mengambil langkah nyata.
“Kapolda harus punya empati untuk segera mendatangi keluarga korban, menyampaikan permintaan maaf secara langsung serta memberikan perhatian kepada mereka. Jangan sampai harus menunggu gelombang demonstrasi besar baru ada respons, ini tidak baik dilihat publik,” ujar Wandri, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya soal proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga menyangkut sisi kemanusiaan bagi keluarga korban yang membutuhkan dukungan moril maupun perhatian dari institusi kepolisian.
Ia menegaskan, Pemuda Muhammadiyah Maluku siap mengawal kasus ini di berbagai situasi demi tegaknya keadilan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kalau tidak ada kepedulian terhadap keluarga korban, maka Pemuda Muhammadiyah akan turun tangan, bahkan mengajak aksi demonstrasi dalam skala besar,” tegasnya.
Wandri juga menyoroti adanya kesan perbedaan perlakuan dalam penanganan kasus.
“Kalau yang meninggal itu kader organisasi besar atau anak pejabat, pasti sudah ramai berbulan-bulan. Tapi karena korban hanya anak seorang sopir angkot di Kota Tual, semua seolah diam. Ini yang menjadi pertanyaan, keluarga korban juga harus diperhatikan,” tambahnya.
Pemuda Muhammadiyah berharap Kapolda Maluku segera mengambil langkah konkret sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral kepada keluarga korban.***









Komentar