oleh

Pemuda Muhammadiyah Maluku Sentil Pengamat Dadakan yang Kritik Gubernur

AMBON, BABETO.ID – Pernyataan Tomson yang mengatasnamakan diri sebagai pengamat politik dan melontarkan kritik terhadap Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, soal perjalanan dinas ke Belanda dinilai Pemuda Muhammadiyah Maluku tidak perlu ditanggapi secara serius.

Sekretaris Bidang Politik dan Kebijakan Publik Pemuda Muhammadiyah Maluku, Mumawir Rumbouw, menyebut pernyataan tersebut lebih menyerupai lelucon politik ketimbang kritik yang berbasis analisis yang matang.

“Dalam dunia ini ada berbagai tipe manusia, begitu juga dalam politik. Ada yang tampil sebagai badut politik, ada yang sekadar mencari panggung, ada pejabat politik, dan lain sebagainya,” ujar Mumawir, pada Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, kapasitas Gubernur Maluku terlalu jauh untuk dibandingkan dengan pihak yang dinilai tidak memiliki kualitas argumentasi yang memadai.

Ia menegaskan, sebenarnya pernyataan tersebut tidak layak ditanggapi, namun jika dibiarkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.

“Kita tidak ingin publik dibingungkan oleh narasi yang tidak berkualitas. Edukasi politik itu penting. Kita harus menghadirkan narasi yang cerdas dan disampaikan oleh orang-orang yang memahami substansi,” tegasnya.

Ia menambahkan, ruang demokrasi memang terbuka bagi siapa saja untuk menyampaikan pendapat.

Namun, kritik yang disampaikan seharusnya tetap mengedepankan kualitas, etika, dan argumentasi yang jelas agar tidak menyesatkan masyarakat.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *