oleh

Pemuda Muhammadiyah Malra Serukan “Gencatan Senjata Psikis” di Danar Seperti Arahan Gubernur Maluku

LANGGUR, BABETO.ID – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Maluku Tenggara, Rahmat H. Reliubun, menyerukan penghentian provokasi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Danar dan sekitarnya.

Dalam pernyataan resminya, Rahmat meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menahan diri dan tidak terlibat dalam konflik, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Kami mengimbau seluruh pemuda untuk melakukan ‘gencatan senjata psikis’. Berhenti memprovokasi dan berhenti terprovokasi. Beri ruang bagi hati nurani untuk berbicara,” tegasnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menegaskan, masyarakat Kei memiliki nilai luhur dalam hukum adat Larvul Ngabal dan falsafah Ain ni Ain yang harus dijunjung tinggi.

Menurutnya, konflik antar sesama hanya akan merusak jati diri dan martabat masyarakat.

“Tidak ada kemenangan dalam pertikaian antar saudara. Yang ada hanyalah kerugian bersama,” ujarnya.

PDPM Maluku Tenggara juga menyatakan dukungan penuh kepada aparat TNI dan Polri dalam menjaga keamanan serta menyelesaikan konflik secara objektif. Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Selain itu, Rahmat mengingatkan bahaya penyebaran konten provokatif di media sosial yang dapat memperkeruh situasi.

“Jangan biarkan jempol kita menjadi penyebab konflik di lapangan,” katanya.

Sebagai solusi, Pemuda Muhammadiyah mengajak seluruh tokoh pemuda dan tokoh adat untuk duduk bersama membangun dialog damai demi menjaga stabilitas wilayah Danar.

“Pemuda harus menjadi jembatan perdamaian, bukan pemantik konflik,” pungkasnya.

Ia menegaskan, perdamaian merupakan satu-satunya jalan menuju kemajuan Maluku Tenggara yang aman, kondusif, dan penuh kasih sayang.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed