oleh

Negara-Negara Eropa Ancam Tak Tampil di Piala Dunia 2030, UEFA Tolak Ide FFE FIFA

BELANDA, BABETO.ID – Dunia sepak bola kembali diguncang polemik setelah UEFA menolak rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang berkaitan dengan pengelolaan dan komersialisasi kompetisi FIFA.

Penolakan tersebut bahkan sempat membuat negara-negara Eropa mengancam melakukan boikot terhadap seluruh turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia 2030.

Dilansir pada Minggu (2/8/2026), dari akun TikTok Cip, polemik antara UEFA dan FIFA terkait rencana FFE menjadi sorotan publik sepak bola.

Rencana FIFA tersebut mendapat penolakan keras dari UEFA bersama 55 asosiasi sepak bola anggotanya.

Dalam pertemuan darurat, seluruh 55 anggota UEFA disebut secara bulat menolak proposal FIFA. Mereka juga menyatakan siap memboikot kompetisi FIFA apabila rencana tersebut tetap dilanjutkan.

Persoalan bermula dari rencana FIFA membentuk entitas komersial baru yang akan berkaitan dengan kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.

Proposal tersebut membuka peluang masuknya investor swasta dengan nilai investasi yang sangat besar. Rencana itu kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai tata kelola, transparansi, kepemilikan serta pengelolaan keuntungan dari kompetisi sepak bola terbesar di dunia.

UEFA menilai keputusan besar terkait masa depan sepak bola dunia seharusnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk konfederasi dan asosiasi nasional.

Sikap UEFA kemudian mendapat dukungan dari sejumlah pihak di dunia sepak bola. AFC dan CONCACAF juga menyampaikan keberatan terhadap rencana FIFA tersebut.

Ancaman boikot menjadi perhatian besar karena Piala Dunia 2030 akan digelar dengan Spanyol, Portugal dan Maroko sebagai tuan rumah utama. Argentina, Paraguay dan Uruguay juga akan menjadi tuan rumah pertandingan pembuka dalam rangka peringatan 100 tahun Piala Dunia.

Artinya, jika boikot benar-benar dilakukan, situasinya akan menjadi sangat sensitif karena dua negara Eropa, Spanyol dan Portugal, merupakan bagian dari tuan rumah utama Piala Dunia 2030.

Namun, ancaman tersebut tidak sampai menjadi kenyataan.

FIFA akhirnya menarik kembali rencana investasi swasta tersebut setelah mendapat penolakan keras dari UEFA dan sejumlah konfederasi lainnya.

UEFA pada Sabtu (1/8/2026) menyambut keputusan FIFA tersebut. UEFA menyatakan proposal penjualan kepentingan dalam kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada pihak swasta telah ditolak secara bulat oleh asosiasi nasional anggotanya.

Dengan ditariknya proposal tersebut, ancaman boikot Piala Dunia 2030 oleh negara-negara Eropa untuk saat ini tidak menjadi keputusan yang berjalan.

Meski demikian, polemik tersebut meninggalkan persoalan besar antara UEFA dan FIFA.

UEFA bahkan menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino setelah munculnya rencana tersebut.

Peristiwa ini menjadi salah satu konflik paling serius antara UEFA dan FIFA dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait tata kelola, transparansi serta masa depan komersialisasi sepak bola dunia.

Piala Dunia 2030 sendiri tetap dijadwalkan berlangsung di Spanyol, Portugal dan Maroko, dengan Argentina, Paraguay serta Uruguay menjadi bagian dari perayaan satu abad Piala Dunia.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *