oleh

MIP Direncanakan Pidah Dari Kabupaten SBB ke Kota Ambon Tidak Ada Hubungan Dengan Gubernur Hendrik

AMBON, BABETO.ID – Proyek strategis Maluku Integrated Port (MIP) direncanakan pindah dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ke Kota Ambon tidak ada hubungan dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa..

“Itu soal kesiapan daerah kabupaten setempat, bukan soal keberpihakan gubernur,” kata Ketua Bidang Infrastruktir Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku, Hasan Warang, pada Minggu (1/2/2026).

Ia menambahkan kalau lokasi MIP itu di Kabupaten, jadi Peran Pemda Kabupaten setempat yang paling utama. Minimal ada Peta dan titik koordinat yang ditampilkan sebagai bahan loby dan meyakinkan ke pusat.

“Misalnya MIP butuh lahan kurang lebih 500-1000 Ha, kira-kira lahan itu di Negeri mana. Negeri mau bebaskan tanah untuk Proyek MIP atau todak.Kalau Negeri mau per meter persegi berapa, dan lain-lain, itu harus disiapkan,” kata Warang.

Lanjut dia bahwa, kalau nanti tidak jadi di SBB, itu berarti kesiapan tidak matang dan tidak sesuai dengan apa yang diminta pemerintah pusat.

Intinya Pemuda Muhammadiyah Maluku menilai Gubernur Hendrik sudah bekerja keras untuk menjadikan Waisarissa sebagai tempat proyek strategis MIP tersebut.

“Saya dengar di sekitar wilayah tersebut ada potensi tambang nikel, yang ada hubunganya dengan mantan Bupati Yakobus Puttaihalat, jadi itu saja kita sudah bisa memahami ribetnya situasi dilokasi tersebut, kita sudah bisa berfilir liar ke mana-mana tentang itu,” tutupnya.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed