AMBON, BABETO.ID – Perjalanan Provinsi Maluku tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang kepemimpinan para gubernur yang silih berganti sejak 1950 hingga saat ini.
Selama lebih dari tujuh dekade, sejumlah tokoh telah dipercaya memimpin Maluku dengan tantangan dan karakter pemerintahan yang berbeda pada setiap zamannya.
Dari masa awal pembentukan pemerintahan daerah hingga era otonomi daerah dan pembangunan modern, estafet kepemimpinan terus berjalan.
Berdasarkan data Maluku Dalam Angka yang bersumber dari Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Maluku, terdapat sejumlah nama yang tercatat sebagai gubernur Maluku sejak 1950.
Berikut perjalanan gubernur Maluku dari masa ke masa.
1. Mr. J. Latuharhary (1950–1955)
Mr. Johannes Latuharhary menjadi gubernur pertama Maluku. Ia memimpin pada periode awal berdirinya kembali Provinsi Maluku pada 1950.
Latuharhary merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah politik dan pemerintahan Maluku. Masa kepemimpinannya berlangsung dalam situasi Indonesia yang masih berada pada fase awal mempertahankan dan membangun pemerintahan setelah kemerdekaan.
2. M. Djosan (1955–1960)
Setelah Latuharhary, kepemimpinan Maluku dilanjutkan oleh M. Djosan.
Ia memimpin Maluku pada periode 1955 hingga 1960, ketika pemerintahan daerah mulai mengalami berbagai perkembangan dalam penataan administrasi dan pembangunan.
3. M. Padang (1960–1965)
M. Padang kemudian dipercaya memimpin Maluku pada periode 1960–1965.
Masa ini merupakan bagian dari periode penting perjalanan politik nasional yang turut memengaruhi pemerintahan daerah di seluruh Indonesia.
4. G. J. Latumahina (1965–1968)
G. J. Latumahina menjadi gubernur Maluku berikutnya pada periode 1965–1968.
Kepemimpinannya berlangsung dalam masa perubahan besar dalam kehidupan politik nasional Indonesia.
5. Soemitro (1968–1973)
Soemitro memimpin Maluku pada periode 1968–1973.
Pada masa ini, pemerintahan memasuki periode pembangunan yang lebih terarah seiring perubahan kebijakan nasional setelah pergantian pemerintahan di tingkat pusat.
6. Soemeru (1973–1976)
Soemeru melanjutkan kepemimpinan Maluku sejak 1973 hingga 1976.
Masa kepemimpinannya menjadi bagian dari rangkaian pemerintahan Maluku sebelum daerah ini memasuki periode kepemimpinan yang lebih panjang.
7. Hasan Slamet (1976–1987)
Hasan Slamet merupakan salah satu gubernur Maluku dengan masa jabatan cukup panjang.
Ia memimpin Maluku selama lebih dari satu dekade, yakni sejak 1976 hingga 1987.
Periode tersebut menjadi salah satu fase penting dalam pembangunan pemerintahan dan infrastruktur Maluku pada masa Orde Baru.
8. Sebastian Soekoso (1987–1992)
Setelah Hasan Slamet, Maluku dipimpin Sebastian Soekoso pada periode 1987–1992.
Kepemimpinannya berlangsung selama lima tahun sebelum estafet pemerintahan kembali berpindah kepada tokoh berikutnya.
9. Drs. M. Akib Latuconsina (1992–1997)
M. Akib Latuconsina memimpin Maluku pada periode 1992–1997.
Pada masa tersebut, Maluku terus mengalami perkembangan di bidang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.
10. Dr. Ir. M. Saleh Latuconsina (1997–2002)
M. Saleh Latuconsina kemudian memimpin Maluku sejak 1997 hingga 2002.
Periode kepemimpinannya berlangsung pada masa yang sangat penting karena Indonesia mengalami perubahan besar setelah reformasi 1998.
11. Sinyo Harry Sarundajang (Pj. Gubernur, 2002–2003)
Setelah berakhirnya masa jabatan Saleh Latuconsina, Sinyo Harry Sarundajang dipercaya sebagai pejabat gubernur Maluku pada 2002–2003.
Posisi tersebut merupakan bagian dari masa transisi sebelum Maluku kembali memiliki gubernur definitif. Data BPS mencatat Sarundajang sebagai Pjs. Gubernur Maluku pada periode tersebut.
12. Karel Albert Ralahalu (2003–2013)
Karel Albert Ralahalu kemudian menjadi gubernur definitif Maluku.
Ia memimpin selama dua periode, dari 2003 hingga 2013.
Ralahalu memimpin Maluku pada masa transisi penting menuju penguatan otonomi daerah dan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang semakin berkembang.
13. Saut Situmorang (Pj. Gubernur, 2013–2014)
Setelah berakhirnya masa jabatan Ralahalu, Saut Situmorang dipercaya sebagai pejabat gubernur Maluku pada periode transisi 2013–2014.
BPS mencatat Saut Situmorang sebagai Pj. Gubernur Maluku sebelum pemerintahan definitif berikutnya.
14. Said Assagaf (2014–2019)
Said Assagaf kemudian menjadi gubernur definitif Maluku.
Ia memimpin Maluku pada periode 2014–2019 bersama Zeth Sahuburua sebagai wakil gubernur.
Kepemimpinan Said Assagaf berlangsung pada era ketika pembangunan Maluku semakin diarahkan pada penguatan konektivitas antarwilayah, pelayanan publik dan pengembangan potensi ekonomi daerah.
15. Murad Ismail (2019–2024)
Pada periode berikutnya, Maluku dipimpin Murad Ismail.
Murad Ismail menjabat sebagai Gubernur Maluku periode 2019–2024 dengan Barnabas Orno sebagai wakil gubernur.
Periode ini berlangsung di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, termasuk persoalan konektivitas wilayah kepulauan, ekonomi, infrastruktur serta dampak pandemi Covid-19.
16. Sadali Ie (Pj. Gubernur)
Setelah masa jabatan Murad Ismail berakhir, pemerintahan Maluku memasuki masa transisi dengan Sadali Ie sebagai Penjabat Gubernur Maluku.
Sadali Ie menjalankan tugas pemerintahan hingga dilantiknya gubernur dan wakil gubernur definitif hasil Pilkada 2024.
17. Hendrik Lewerissa (2025–sekarang)
Hendrik Lewerissa menjadi gubernur Maluku terbaru.
Ia dilantik pada 20 Februari 2025 bersama Abdullah Vanath sebagai Wakil Gubernur Maluku untuk masa jabatan 2025–2030. Sumber yang mencatat daftar gubernur Maluku juga menempatkan Hendrik Lewerissa sebagai gubernur yang sedang menjabat.
Di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa, pemerintah provinsi mendorong sejumlah agenda pembangunan strategis Maluku, mulai dari penguatan ekonomi daerah, hilirisasi, pengembangan sektor kelautan dan perikanan, pariwisata, hingga percepatan proyek strategis.
Hendrik juga membawa agenda pembangunan yang menempatkan karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan sebagai salah satu perhatian utama.
Sejumlah potensi besar Maluku seperti Blok Masela, ekonomi biru, sektor perikanan, pariwisata, energi serta pengembangan infrastruktur menjadi bagian dari tantangan dan peluang pemerintahan saat ini.
Estafet panjang kepemimpinan Maluku
Jika ditarik sejak 1950, perjalanan pemerintahan Maluku telah melewati berbagai zaman. Mulai dari masa awal kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi hingga era otonomi daerah saat ini.
Nama-nama seperti J. Latuharhary, M. Djosan, M. Padang, G. J. Latumahina, Soemitro, Soemeru, Hasan Slamet, Sebastian Soekoso, M. Akib Latuconsina, M. Saleh Latuconsina, Karel Albert Ralahalu, Said Assagaf dan Murad Ismail menjadi bagian dari sejarah panjang tersebut.
Setiap gubernur meninggalkan catatan dan tantangan masing-masing dalam perjalanan pembangunan Maluku.
Kini, estafet tersebut berada di tangan Hendrik Lewerissa. Sebagai gubernur yang memimpin periode 2025–2030, Hendrik menghadapi tantangan untuk mempercepat pembangunan di provinsi kepulauan dengan wilayah laut yang jauh lebih luas dibandingkan daratan.
Perjalanan panjang para gubernur Maluku tersebut menjadi bagian penting dari sejarah pemerintahan daerah sekaligus gambaran bagaimana Maluku terus bergerak mengikuti perubahan zaman.
Dari J. Latuharhary sebagai gubernur pertama hingga Hendrik Lewerissa sebagai gubernur yang sedang menjabat, setiap periode kepemimpinan menjadi bagian dari perjalanan panjang Maluku menuju masa depan.***














Komentar