BABETO.ID – MALUKU TENGGARA, 2 Mei 2026 – Usia 94 tahun bukanlah sekadar deretan angka di atas kalender sejarah. Ia adalah jejak napas perjuangan yang panjang. Mengangkat tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya”, Milad kali ini menjadi momentum krusial bagi segenap kader di Bumi Larvul Ngabal untuk menilik kembali sejauh mana keberadaan kita telah memberi arti bagi kemanusiaan.
Mengakar ke Bumi, Menjulang ke Langit
Filosofi “mengakar” bukan berarti jalan di tempat. Akar adalah fondasi. Bagi Pemuda Muhammadiyah, akar kita adalah tauhid yang murni dan ideologi Muhammadiyah yang kokoh. Tanpa akar yang kuat, pemuda akan mudah tumbang diterjang badai pragmatisme dan polarisasi zaman.
Di Maluku Tenggara, mengakar berarti menyatu dengan denyut nadi masyarakat lokal. Kita harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan di daerah ini. Kita tidak boleh menjadi “menara gading” yang asyik dengan retorika internal, sementara realitas sosial di depan mata membutuhkan uluran tangan nyata.
Bertumbuh dalam Inovasi
Jika akar adalah prinsip, maka “bertumbuh” adalah transformasi. Bertumbuh menuntut adaptasi. Kita hidup di era di mana perubahan terjadi secepat kedipan mata. Pemuda Muhammadiyah harus bertransformasi menjadi:
Penggerak ekonomi: menciptakan kemandirian kader melalui kewirausahaan.
Pilar literasi: melawan arus disinformasi dengan narasi yang menyejukkan.
Perekat ukhuwah: menjaga harmoni di tengah keberagaman Maluku Tenggara yang religius dan beradab.
Visi Indonesia Jaya
Indonesia Jaya bukanlah mimpi muluk yang jatuh dari langit. Ia adalah akumulasi dari kerja-kerja kecil yang konsisten di tingkat daerah. Ketika Pemuda Muhammadiyah di daerah-daerah, termasuk di Maluku Tenggara, mampu berdaya secara mandiri, maka kejayaan nasional hanyalah soal waktu.
“Kita tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam panggung sejarah. Kita adalah sutradara sekaligus aktor yang memastikan bahwa setiap langkah kaki kita adalah kontribusi untuk kedaulatan bangsa.”
Penutup
Selamat Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah. Mari kita pastikan bahwa di bawah panji Fastabiqul Khairat, kita terus tumbuh dengan dahan yang rimbun menaungi sesama, dan akar yang menghujam dalam menjaga martabat bangsa. Dari Maluku Tenggara untuk Indonesia Jaya!.***
Oleh: Rahmat H. Reliubun – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara














Komentar