AMBON, BABETO.ID – Penambahan kuota siswa yang disebut tidak terdaftar dalam data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di sejumlah SMA di Maluku menjadi sorotan.
Informasi yang diterima BABETO.ID menyebutkan, terdapat dugaan adanya pihak tertentu yang ikut berperan dalam proses penambahan kuota siswa pada sejumlah sekolah tersebut.
Seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut nama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku, Dr. La Mansur, S.Pd., M.Pd., dalam informasi mengenai proses tersebut.
“Ada info juga bahwa soal penambahan kuota siswa sekolah ini adalah urusan kepala BPMP = Badan Penjamin Mutu Pendidikan, DR La Mansur,” kata sumber tersebut kepada BABETO.ID, Jumat (4/9/2026).
Namun, informasi mengenai dugaan keterlibatan La Mansur tersebut masih sebatas keterangan dari sumber dan belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.
Berdasarkan informasi resmi BPMP Maluku, La Mansur dilantik sebagai Kepala UPT BPMP Provinsi Maluku pada April 2026. BPMP sendiri memiliki tugas dalam pendampingan dan penguatan mutu pendidikan, termasuk pengelolaan serta pemanfaatan data pendidikan.
Dalam kegiatan audiensi pendidikan di sejumlah daerah di Maluku, BPMP di bawah kepemimpinan La Mansur juga tercatat membahas penguatan data pendidikan, penanganan anak tidak sekolah, serta tata kelola pendidikan berbasis data.
BABETO.ID masih berupaya mendapatkan penjelasan dari La Mansur maupun pihak terkait mengenai informasi penambahan kuota siswa di sejumlah SMA tersebut, termasuk mekanisme penetapan kuota dan dasar administrasi yang digunakan.
Jika terdapat penjelasan atau klarifikasi resmi dari pihak BPMP Maluku maupun pihak sekolah, informasi tersebut akan menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan ini.










Komentar