AMBON, BABETO.ID – Hadiri perayaan 209 tahun Baptisan dan 150 tahun Gereja PNIEL Jemaat GPM pertama di Negeri Ouw, merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendukung pembangunan masyarakat berbasis keagamaan.
“Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan masyarakat berbasis keagamaan,” kata Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa saat sambutan diacara tersebut pada Sabtu (27/12/ 2026).
Ia mengajak seluruh warga Jemaat GPM Ouw untuk menjaga kerukunan, mempererat Pela dan Gandong, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan pembangunan daerah.
Gubernur Hendrik juga mengajak seluruh jemaat untuk terlebih dahulu menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan, Kepala Gereja dan sumber kehidupan.
“Kehadiran bersama dalam perayaan ini sebagai anugerah kasih karunia Tuhan yang patut dirayakan dengan sukacita dan kerendahan hati,” ujarnya.
Hendrik menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku, mengucapkan selamat ulang tahun ke-150 Gedung Gereja PNIEL dan selamat memperingati 209 tahun Baptisan pertama di Negeri Ouw.
Lanjut dia bahwa perayaan ini bukan sekadar mengenang usia gereja dan jemaat, tetapi juga panggilan untuk hidup semakin berakar dalam Kristus, menjadi garam dan terang dunia, serta peduli terhadap sesama.
Menurutnya, tidak banyak negeri yang mampu menjaga ingatan sejarah iman hingga lebih dari dua abad. Hal itu menjadi bukti bahwa masyarakat Negeri Ouw memiliki akar yang kuat pada nilai ketuhanan dan adat istiadat yang luhur.
Apresiasi khusus disampaikan kepada Ketua Majelis Jemaat dan seluruh perangkat pelayan, Pemerintah Negeri, panitia perayaan, serta seluruh warga Jemaat GPM Ouw baik yang tinggal di kampung halaman maupun di perantauan atas kesetiaan mereka merawat Gedung Gereja PNIEL dan menjaga warisan iman Baptisan pertama yang berusia 209 tahun.
Peringatan 209 tahun Baptisan pertama, lanjutnya, harus menjadi pengingat jati diri sebagai umat Tuhan dan pemicu bagi generasi muda Negeri Ouw untuk menjaga warisan iman itu melalui perilaku hidup yang takut akan Tuhan.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap Gereja PNIEL terus menjadi sumber berkat dan pusat pembinaan iman bagi umat percaya.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengikat persaudaraan, penguat pelayanan, dan dasar sinergi dengan pemerintah, demi Maluku yang maju, sejahtera, dan damai — par Maluku pung bae,” tandasnya.***














Komentar