JAKARTA, BABETO.ID – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Pemuda Muhammadiyah Maluku medukung keputusan Komisi III DPR RI yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden.
“Sesuai arahan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, kanda Dzulfikar A. Tawalla, dan sudah kita sepakati di acara Retreat KOKAM Cikeas, Polri dibawa Presiden,” kata Komandan Wilayah KOKAM Maluku, Imran Marasabessy atau Rony saat dikonfirmasi via telepon, pada Senin (16/2/2026).

Ia mengatakan kalau Ketua Umum Dzulfikar A. Tawalla menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari mekanisme konstitusional dalam sistem demokrasi serta sejalan dengan agenda reformasi sektor keamanan yang menempatkan kepolisian sebagai alat negara dalam kendali sipil.
Rony melanjutkan pesan Zulfikar bahwa wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi Polri berpotensi mengganggu loyalitas institusi dan membuka ruang kepentingan politik praktis.

Karena itu, penguatan fungsi pengawasan melalui DPR dan Kompolnas dinilai sebagai langkah yang lebih tepat tanpa harus mengubah struktur yang sudah berjalan.
Ia juga mengingatkan agar kritik terhadap kinerja kepolisian tetap bersifat konstruktif dan tidak mengarah pada pelemahan institusi secara menyeluruh, karena dapat berdampak pada turunnya kepercayaan publik dan stabilitas sosial.
Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM, lanjutnya, berkomitmen terus mengawal semangat reformasi dengan mendorong terwujudnya Polri yang humanis, profesional, serta semakin dekat dengan masyarakat.
Dukungan tersebut juga sejalan dengan upaya menyukseskan program pemerintah menuju Indonesia Maju dan visi Indonesia Emas 2045. Diketahui bahwa Pemuda Muhammadiyah Maluku mengirim dua anggota mengikuti Retreat Kokam Nasional di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.***














Komentar