oleh

Kodaeral IX Padamkan Karhutla di Saleman, Lebih dari 10 Hektare Hutan dan Perkebunan Terdampak

-Berita, TNI-16 Dilihat

MALUKU TENGAH, BABETO.ID – Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon terus berupaya memadamkan kebakaran yang melanda lebih dari 10 hektare kawasan hutan dan perkebunan milik warga di Negeri Saleman, Kabupaten Maluku Tengah.

Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, mengatakan personel di lapangan terus berupaya mengendalikan api agar tidak menjalar ke kawasan permukiman dan meluas ke wilayah lainnya.

Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar tugas operasional, tetapi juga misi kemanusiaan untuk melindungi keselamatan masyarakat, menjaga ruang hidup warga, serta memulihkan rasa aman di wilayah terdampak.

Memasuki hari keempat penanganan, Sabtu (17/10/2026), personel Satgas yang dipimpin Letda Laut (T) Arya Maulana Kampai berhasil memadamkan api di area sekitar dua hektare.

Meski demikian, pemadaman dan pemantauan masih terus dilakukan karena sejumlah titik belum sepenuhnya terkendali.

Kebakaran tersebut menghanguskan berbagai vegetasi hutan, termasuk pepohonan berkayu keras serta tanaman perkebunan milik warga, seperti pala dan cengkeh yang menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat.

Dalam proses pemadaman, personel menghadapi kendala keterbatasan akses terhadap sumber air.

Petugas harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer melewati medan perbukitan terjal dengan kondisi jalan menanjak dan menurun untuk memenuhi kebutuhan air.

Dukungan masyarakat Negeri Saleman turut membantu kelancaran operasi. Warga secara sukarela ikut membantu pemadaman serta menyediakan makanan dan air mineral bagi para prajurit.

Sementara itu, kondisi kesehatan seluruh personel Satgas dilaporkan tetap baik.

Faktor cuaca turut memberikan harapan bagi meredanya kebakaran. Hujan telah mengguyur wilayah Negeri Saleman sebanyak tiga kali selama empat hari terakhir, terutama pada sore hari.

Kendati demikian, personel tetap melakukan pemantauan guna memastikan seluruh titik api padam dan tidak kembali menyala.

Hanarko menegaskan keselamatan dan kesejahteraan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran tersebut.

Karena itu, prajurit TNI Angkatan Laut terus bersinergi dengan pemerintah negeri dan masyarakat untuk mengendalikan api serta meminimalkan dampak kebakaran.

Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam penanganan karhutla tersebut. Sinergi itu diharapkan terus diperkuat agar kebakaran segera terkendali, sehingga pemulihan lingkungan dan perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan baik.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *