PIRU, BABETO.ID — Bagi Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Asry Arman dan istrinya, Yeni Rosbayani, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar tentang kata-kata, tetapi tentang bagaimana menghadirkan perhatian dan pelayanan secara langsung.
Keduanya terlihat terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Dengan cara masing-masing, Asry Arman menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah, sementara Yeni Rosbayani menjalankan perannya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB.
Ada semangat yang sama dalam setiap langkah keduanya, yakni memberikan perhatian dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Negeri Saka Mese Nusa.
Asry Arman lebih banyak menunjukkan kerja melalui aktivitas di lapangan. Sementara Yeni Rosbayani kerap membagikan berbagai aktivitas pelayanan dan kebersamaan bersama masyarakat melalui akun pribadinya.
Kekompakan tersebut memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap masyarakat SBB tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang kepala daerah, tetapi juga menjadi bagian dari semangat bersama dalam membangun daerah.
Di tengah kesibukan menjalankan tugas, keduanya tetap berusaha meluangkan waktu untuk menyapa, mendengar dan hadir bersama masyarakat.
Bahkan ketika kondisi kesehatan Bupati Asry disebut belum sepenuhnya prima, ia tetap berusaha menjalankan tugas dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat SBB.
Yeni Rosbayani pun terus mendampingi berbagai kegiatan kemasyarakatan melalui tugasnya sebagai Ketua TP-PKK. Kehadiran keduanya di tengah masyarakat menjadi bentuk pengabdian yang dibangun dengan kebersamaan.
Cinta kepada masyarakat dan cinta terhadap daerah menjadi energi bagi keduanya untuk terus bergerak. Bukan hanya berbicara tentang SBB, tetapi berusaha menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata.
Respons positif pun datang dari masyarakat melalui berbagai komentar di media sosial. Salah satunya menuliskan pesan dukungan kepada Asry Arman dan Yeni Rosbayani.
“Sukses dan terus menjadi orang baik Bapa dan Istri,” tulis salah satu warganet.
Bagi Asry Arman dan Yeni Rosbayani, SBB bukan hanya tempat menjalankan amanah, tetapi juga rumah bersama yang perlu dijaga, dilayani dan dibangun dengan ketulusan.
Kerja dengan cinta, hadir dengan hati, dan berjalan bersama masyarakat menjadi semangat keduanya dalam memberikan pengabdian bagi Seram Bagian Barat.***














Komentar