AMBON, BABETO.ID – Kebakaran melanda kawasan Passo SPN, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Kamis (15/10/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menghanguskan tiga bangunan usaha berupa dua rumah makan nasi Padang dan satu kios bahan pokok.
Api juga merusak sebagian atap bangunan Polsek Baguala dan gudang logistik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku.
Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.03 hingga 01.12 WIT. Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp700 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Tiga tempat usaha yang terbakar masing-masing adalah rumah makan nasi Padang milik Mustafa Ardi, rumah makan Sari Minang milik Ampi Leleulya, serta kios bahan pokok Haikel milik Yusran Heldin.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang pengemudi ojek berteriak memberitahukan adanya api di sekitar pertigaan Polsek Baguala.
Ida Wasahua, salah seorang pekerja di rumah makan milik Mustafa Ardi, mengaku sedang menjalankan piket malam bersama rekannya, Susi Buton.
Sebelum kejadian, sekitar pukul 22.00 WIT pada Rabu (14/10/2026), Ida sempat menuju dapur di lantai dua untuk memanaskan kuah hingga sekitar tengah malam.
Setelah menyelesaikan aktivitas tersebut, Ida kembali ke meja kasir bersama rekannya untuk menunggu pelanggan.
Ketika mendengar teriakan warga mengenai kebakaran, ia segera membangunkan rekan-rekannya yang sedang beristirahat dan berusaha menyelamatkan diri.
Sementara itu, Ampi Leleulya, pemilik rumah makan Sari Minang, terbangun setelah mendengar teriakan warga. Saat keluar untuk memeriksa keadaan, ia melihat kobaran api membesar dari arah dapur rumah makan milik Mustafa Ardi.
Bersama Endi Kesaulia dan Sami Lesnusa, Ampi sempat berusaha memadamkan api secara manual. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan penyebaran api sehingga mereka terpaksa menyelamatkan diri.
Hal serupa dialami Yusran Heldin, pemilik kios bahan pokok Haikel. Ketika mendengar informasi kebakaran dari warga dan melihat api mendekati kiosnya, Yusran segera membangunkan istri serta anaknya untuk keluar dari bangunan demi menghindari bahaya.
Petugas pemadam kebakaran bersama personel kepolisian kemudian dikerahkan ke lokasi. Sekitar pukul 01.15 WIT, empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan Water Cannon dilaporkan tiba untuk membantu proses pemadaman.
Petugas berjibaku mengendalikan kobaran api hingga sekitar pukul 03.00 WIT. Upaya tersebut berhasil mencegah api meluas lebih jauh ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Baguala, Iptu Esterlina Titiheru, bersama Wakapolsek Baguala, Aiptu E. Risakotta, turut mendatangi tempat kejadian perkara sekitar pukul 02.00 WIT.
Personel kepolisian membantu proses pemadaman, mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi, serta menyusun laporan kejadian.
Berdasarkan informasi awal di lokasi, api diduga berasal dari lantai dua rumah makan milik Mustafa Ardi, yang memiliki sejumlah kompor untuk kegiatan memasak.
Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menyebabkan kerugian besar bagi para pemilik usaha serta kerusakan pada sebagian bangunan di sekitarnya. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber api dan penyebab kebakaran yang melanda kawasan Passo tersebut.***








Komentar