oleh

Isu Gubernur Tak Perhatikan Organisasi Islam Dibantah Keras Salah Satu Fungsionaris Badko HMI

AMBON, BABETO.ID – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Maluku menilai Gubernur Maluku, Hendrik Lawerissa, merupakan figur pemimpin yang konsisten membuka ruang komunikasi bagi seluruh organisasi keagamaan di daerah ini.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah opini yang menyebut pemerintah provinsi kurang memberi perhatian terhadap lembaga keagamaan.

Fungsionaris BADKO HMI Maluku, Ali Alkatiri, menegaskan bahwa tudingan itu tidak sesuai dengan kondisi yang selama ini terjadi.

“Selama kepemimpinan Pa Gubernur, ruang dialog selalu terbuka. Setiap organisasi keagamaan yang datang menyampaikan aspirasi diterima dengan baik. Jadi jika ada yang mengatakan tidak diperhatikan, itu tidak berdasar,” ujar Alkatiri di Ambon, pada Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, komitmen pemerintah daerah terlihat melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan, baik yang bersifat internal umat beragama maupun agenda lintas iman yang bertujuan memperkuat kerukunan di Maluku.

Sebagai organisasi mahasiswa Islam, BADKO HMI mengaku kerap menyaksikan secara langsung keterlibatan pemerintah dalam memfasilitasi program-program keumatan.

“Kami melihat ada perhatian nyata, baik dalam bentuk dukungan kegiatan, sinergi program, maupun upaya menjaga keharmonisan antarumat beragama. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah,” katanya.

BADKO HMI Maluku juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah. Kritik dinilai penting dalam demokrasi, namun harus disertai data dan disampaikan secara konstruktif.

“Jangan membangun opini yang dapat memperkeruh suasana. Jika ada hal yang perlu dikoreksi, sampaikan dengan cara yang elegan dan berdasarkan fakta,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, BADKO HMI memastikan akan terus mendukung langkah Pemerintah Provinsi Maluku dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat kerukunan, serta mendorong peran aktif lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan.

“Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan harus terus dirawat demi Maluku yang damai, harmonis, dan sejahtera,” tutup Alkatiri.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed