AMBON, BABETO.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Ambon mengapresiasi langkah cepat Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam menyelesaikan sengketa tapal batas antara Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Sekretaris Umum PC IMM Kota Ambon, Mansur Tomagola, mengatakan keberhasilan Pemerintah Provinsi Maluku mengakhiri polemik batas wilayah di kawasan Tanjung Sial menjadi kabar baik bagi masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian tersebut memberikan kepastian hukum dan memperkuat tertib administrasi pemerintahan.
Ia menilai langkah Gubernur Hendrik Lewerissa yang melakukan komunikasi dan koordinasi langsung dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026, menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Mansur menjelaskan, sengketa tapal batas bukan hanya menyangkut garis wilayah, tetapi juga berdampak terhadap status sejumlah dusun, satuan pendidikan, pelayanan publik, hingga kepastian hak masyarakat di wilayah perbatasan.
Karena itu, ia mengapresiasi keberanian dan keseriusan Gubernur Maluku yang turun langsung mencari solusi di tingkat pemerintah pusat.
Menurutnya, langkah tersebut patut menjadi contoh kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan rakyat.
“Persoalan tapal batas bukan sekadar garis di atas peta, tetapi menyangkut masa depan masyarakat dan generasi muda Maluku,” ujar Mansur.
PC IMM Kota Ambon juga menyatakan siap mengawal seluruh proses penyelesaian administrasi hingga tuntas. Dukungan itu diberikan agar hasil yang telah dicapai dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Mansur berharap penyelesaian sengketa tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan, menjaga stabilitas daerah, serta mendorong pemerataan pembangunan di Maluku.
Ia menegaskan, IMM Kota Ambon akan terus mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, demi mewujudkan Maluku yang aman, harmonis, dan sejahtera.***














Komentar