AMBON, BABETO.ID – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pengurus Pemuda Muhammadiyah Maluku, Imbing Tuhuteru angkat bicara terkait pemberitaan salah satu media daring tertanggal 26 Oktober 2025 yang menuding Salman Al Farisi, orang dekat Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa terlibat dalam dugaan praktik pengaturan lapak di Pasar Mardika.
Dalam pernyataannya kepada media ini, Imbing menegaskan bahwa tuduhan kepada Salman dan Gubernur Hendrik itu sangat tidak berdasar dan sangat merugikan reputasi sosial orang, yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial, dan pembinaan generasi muda di Ambon.
“Kami mengenal Saudara Salman Al Farisi sebagai sosok muda yang santun, berintegritas, dan selalu terbuka dalam kerja-kerja sosial. Ia bukan tipe orang yang mencari keuntungan lewat cara-cara kotor seperti yang dituduhkan,” ujar Tuhuteru di Ambon, pada Senin (27/10/2025).
Menurut Imbing , pemberitaan yang tidak melalui proses konfirmasi langsung kepada pihak terkait justru dapat menimbulkan opini publik yang menyesatkan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap figur-figur muda yang selama ini berkontribusi positif di Maluku.
Media mestinya menjadi pilar kontrol sosial, bukan alat untuk membangun persepsi negatif tanpa data yang terverifikasi.
“Jika benar media itu tidak meminta konfirmasi, maka itu bentuk kelalaian etik yang perlu dikoreksi,” tegasnya.
Imbing juga mengingatkan bahwa dunia pers memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas informasi, terlebih ketika menyangkut nama baik seseorang di ruang publik. Ia menilai tudingan terhadap Salman lebih bersifat opini liar ketimbang laporan berbasis fakta lapangan.
“Apalagi foto yang di gunakan di berita itu hasil dari screenshot, atau tangkapan layar perangkat status di media sosial yang diduga dari status WhatsApp saya ini yang saya tidak terima dan saya bela Salman,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa kritik dan pengawasan publik penting, tapi harus dilakukan secara berimbang dan beretika. Jangan sampai reputasi seseorang dijatuhkan hanya karena isu yang tidak bisa dibuktikan.
Pemuda Muhammadiyah Maluku, lanjut Imbing, mendukung langkah Salman untuk menggunakan hak jawab dan mempertimbangkan jalur hukum jika diperlukan, demi menegakkan prinsip keadilan dan etika publik.
“Kami berdiri di sisi kebenaran. Kami mendukung langkah saudara Salman untuk meluruskan isu ini secara santun dan hukum yang berlaku. Maluku butuh figur muda yang berani dan berintegritas, bukan yang dikorbankan oleh rumor politik hasil agitasi dan propaganda di pasar mardika” ucap Imbing.
Ia juga mengajak masyarakat agar lebih cerdas menyikapi setiap informasi yang beredar di media sosial dan portal berita, dengan memastikan sumber dan kebenaran datanya sebelum mempercayai atau membagikannya.
“Kita semua harus belajar menjadi pembaca yang kritis. Jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas sumbernya, karena itu bisa merusak kepercayaan dan kohesi sosial di tengah masyarakat Maluku yang majemuk,” tutup Imbing.***














Komentar