AMBON, BABETO.ID – Desakan untuk melakukan pembenahan di tubuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku kembali mencuat. Sorotan tersebut diarahkan terhadap sejumlah pejabat yang disebut masih memiliki kedekatan politik dengan pemerintahan sebelumnya.
Wandri Makassar pada Sabtu (5/9/2026) menyebut Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Fentje Mandaku, sebagai salah satu pejabat yang perlu mendapat perhatian dalam proses pembenahan tersebut.
“Kepala Bidang SMA itu dulu pilkada main ke Murad Ismail, katong baku tahu, pantasan dia mau kasi rusak nama Gubernur sekarang,” kata Wandri.
Pernyataan tersebut disampaikan Wandri dalam konteks menanggapi dinamika yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku.
Ia menilai persoalan loyalitas politik masa lalu tidak seharusnya menjadi faktor yang memengaruhi jalannya pemerintahan saat ini.
Wakil Ketua PWPM Maluku Bidang Politik dan Kebijakan Publik itu juga mengungkapkan bahwa Fentje Mandaku disebut telah memiliki pengaruh dalam lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada periode sebelumnya.
“Dulu di zaman Ibu Insun Sangaji itu orang ini sudah yang otak-atik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku,” ujarnya.
Menurut Wandri, keberadaan orang-orang yang dianggap masih membawa pola lama justru berpotensi memperburuk kondisi internal organisasi apabila tidak segera dilakukan evaluasi.
“Orang-orang ini kalau masih bertahan malah tambah rusak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku,” tegasnya.***













Komentar