AMBON, BABETO.ID – Pemerintah Provinsi Maluku bergerak cepat menangani kondisi masyarakat Desa Patahuwe dan Lisabata, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pascainsiden yang terjadi di wilayah tersebut.
Atas arahan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Affandi Hasanusi bersama tim yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pelopor Perdamaian, Karang Taruna Provinsi Maluku, Tagana Kabupaten SBB, serta Dinas Sosial Kabupaten SBB turun langsung meninjau lokasi pengungsian masyarakat Patahuwe pada Sabtu, 12 September 2026.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Desa Patahuwe dan Lisabata berada dalam keadaan aman dan terkendali.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyampaikan keprihatinan mendalam Gubernur Maluku atas musibah yang dialami masyarakat.
Warga juga diimbau untuk tetap tenang, menahan diri, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
Pemerintah meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat keamanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk memperkuat pesan tersebut, tim turut memutarkan video imbauan Gubernur Maluku kepada masyarakat di lokasi pengungsian agar pesan pemerintah dapat dipahami dan menjadi pedoman bersama.
Selain memastikan kondisi warga, Pemerintah Provinsi Maluku juga menyalurkan bantuan bagi para pengungsi. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Camat dan Kepala Desa untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penanganan juga dilakukan terhadap rumah-rumah warga yang terbakar. Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten SBB, TNI dan Polri memastikan upaya pemulihan akan dilakukan.
Sesuai arahan Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten SBB serta penyampaian Dandim setempat, rumah warga yang terbakar akan diupayakan untuk dibangun kembali secara gotong royong dengan melibatkan pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat.
Perhatian pemerintah juga diberikan kepada warga yang mengalami luka akibat insiden tersebut. Korban luka tembak dari pihak Negeri Lisabata telah dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RSUP Leimena, Ambon.
Sementara itu, keluarga korban yang mendampingi telah difasilitasi dan ditampung di Rumah Singgah Dinas Sosial Provinsi Maluku di kawasan Passo.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa biaya pengobatan korban sepenuhnya menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi Maluku.
Langkah tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan pelayanan, sekaligus menjaga situasi di wilayah tersebut tetap aman dan kondusif.
Pemerintah Provinsi Maluku juga mengajak seluruh pihak, khususnya masyarakat Patahuwe dan Lisabata, untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan keamanan serta mempercayakan proses penyelesaian persoalan kepada aparat penegak hukum.
Dengan mengedepankan ketenangan, persaudaraan dan semangat gotong royong, pemerintah berharap kondisi masyarakat dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali berjalan normal.***













Komentar