PANDEGLANG, BABETO.ID – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang menggelar sosialisasi Program DWP Mengajar serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya memperkuat pendidikan yang ramah anak. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim itu berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Rabu (24/6/2026).
Acara diikuti oleh anggota DWP dari berbagai unsur di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, mulai dari madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), pengawas madrasah, penyuluh agama, hingga pegawai Kantor Kemenag.
Wakil Ketua DWP Kemenag Kabupaten Pandeglang, Asmawati Jamal, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas Kementerian Agama, khususnya di bidang pendidikan, perlindungan anak, dan penguatan karakter.
Menurutnya, Program DWP Mengajar bersama Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, serta menumbuhkan nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap hak-hak anak.
“Kami ingin seluruh anggota DWP menjadi teladan dalam menanamkan nilai kepedulian dan cinta kasih, sehingga budaya pendidikan yang ramah anak dapat terus berkembang di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Jamaludin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kontribusi DWP yang dinilai konsisten mendukung berbagai program strategis Kementerian Agama melalui kegiatan edukatif dan sosial.
Ia menegaskan, pembangunan karakter generasi muda memerlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk organisasi perempuan, agar tercipta lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Sosialisasi menghadirkan narasumber Hj. Tati Jumiati dan Hj. Reni Suwenti yang memaparkan implementasi Program DWP Mengajar serta konsep Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan dalam membangun karakter peserta didik.
Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga harus membentuk budaya saling menghargai, melindungi hak anak, dan menciptakan ruang belajar yang aman serta penuh kasih sayang.
Selain penyampaian materi, DWP Kemenag Kabupaten Pandeglang juga menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan.
Ketua Panitia, Ansoriah Masnun, berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman anggota DWP sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.
Melalui kegiatan ini, DWP Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang berkomitmen terus mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan generasi berakhlak mulia.***










Komentar