AMBON, BABETO.ID – Isu yang menuding Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, membenci Islam dipastikan tidak benar. Narasi tersebut diangap sebagai hoaks provokatif yang sengaja dimainkan untuk memecah belah kerukunan masyarakat Maluku.
Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Besar Seram Bagian Timur (DPP IKB-SBT), Lukman Rumbory, menegaskan publik tidak boleh terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, apalagi menjelang bulan suci Ramadan.
“Rekam jejak Gubernur Maluku justru menunjukkan komitmen terhadap kehidupan beragama,” kata Lukman melalui rilis, pada Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, dalam berbagai kesempatan, Gubernur Hendrik terlihat hadir dalam kegiatan umat Islam, mulai dari agenda Ramadan, pelantikan organisasi Islam, hingga dukungan pada seni budaya Islami.
“Jangan terjebak isu yang merusak persatuan. Fokus pada ibadah dan perkuat kebersamaan,” tegas Lukman.
IKA SBT juga mengajak masyarakat tetap solid menjaga stabilitas daerah serta mendukung pemerintah daerah dalam merawat perdamaian di Maluku.
Selain itu, mereka meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap penyebar hoaks dan fitnah yang berpotensi memicu konflik horizontal.
“Ramadan harus jadi momentum mempererat persaudaraan, bukan menyebar kebencian. Mari jaga Maluku tetap damai,” tutupnya.***













Komentar