AMBON, BABETO.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan komitmennya untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah sebagai langkah strategis meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Maluku.
Hal tersebut disampaikan Hendrik saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku di Ruang Rapat Paripurna DPRD Maluku, Karang Panjang, Ambon, Rabu (19/8/2026).
Hendrik mengatakan, Maluku tidak boleh terus bergantung pada penjualan komoditas dalam bentuk bahan mentah. Menurutnya, pengembangan industri pengolahan di daerah menjadi bagian penting untuk memastikan hasil kekayaan alam dan komoditas rakyat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin Maluku selamanya hanya menjual bahan mentah. Kita ingin Maluku menjadi daerah yang menghasilkan nilai tambah. Daerah tempat komoditas rakyat diolah, industri tumbuh, investasi berkembang, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan meningkat,” ujarnya.
Sejumlah investasi mulai diarahkan untuk mendukung agenda tersebut. Hilirisasi kelapa dan pala di Maluku Tengah telah memasuki tahap groundbreaking, dengan nilai investasi masing-masing sekitar Rp500 miliar untuk sektor kelapa dan Rp140 miliar untuk pengolahan pala.
Selain itu, pengembangan ayam petelur terintegrasi di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tenggara, dan Buru juga telah mencapai nilai investasi sekitar Rp544 miliar.
Menurut Hendrik, masuknya investasi pada sektor-sektor produktif tersebut diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat Maluku.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Hendrik menyampaikan bahwa ekonomi Maluku pada semester I 2026 tumbuh sebesar 5,24 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 4,22 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam perkembangan ekonomi Maluku di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat sektor produktif, investasi, hilirisasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya ekonomi, pembangunan sumber daya manusia juga menunjukkan perkembangan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku pada 2025 mencapai 74,09 poin, meningkat dari 73,40 poin pada 2024 dan telah masuk dalam kategori tinggi.
Hendrik menegaskan, capaian ekonomi dan pembangunan manusia tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui kebijakan pembangunan yang berorientasi pada penguatan potensi daerah.
Dengan mendorong hilirisasi, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi Maluku berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.***












Komentar