AMBON, BABETO.ID – Dinas Pertanian Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Pertanian Tahun 2026 di Ruang Rapat Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (27/02/2026).
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, menjelaskan Rakor tersebut menekankan tiga fokus utama, yakni sinkronisasi program strategis daerah untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan pangan lokal seperti sagu dan umbi-umbian, serta kesiapan daerah dalam mendukung intensifikasi komoditas pertanian dan peternakan.
“Hari ini kami menekankan sinkronisasi program strategis daerah, terutama untuk mendukung MBG dan penguatan pangan lokal,” ujar Ilham.
Menurutnya, komoditas seperti sagu, umbi-umbian, telur, daging ayam, sayur dan buah harus disiapkan sejak sekarang agar Maluku benar-benar siap menjadi penopang kebutuhan pangan, baik untuk program nasional maupun kebutuhan masyarakat secara umum.
Ia menegaskan, langkah tersebut penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Selain itu, Ilham menyampaikan akan ada rapat lanjutan yang melibatkan para Bupati dan Wali Kota se-Maluku guna memastikan percepatan program berjalan konkret dan terintegrasi dengan program nasional.
Terkait ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan, Ilham memastikan kondisi stok masih aman dan terkendali. Meski begitu, ia mengakui beberapa komoditas seperti telur, ayam, bawang merah dan cabai masih dipasok dari luar daerah.
“Kita akui Maluku belum sepenuhnya mandiri untuk beberapa komoditas, sehingga masih ada pasokan dari luar,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena kebutuhan pokok dipastikan dalam kondisi cukup.
Rakor Pembangunan Pertanian Tahun 2026 ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Tim Ahli Gubernur, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Maluku, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku, Kepala Bappeda Provinsi Maluku, serta Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Maluku.***









Komentar