AMBON, BABETO.ID – Dinas Pendidikan Provinsi Maluku terus memperkuat langkah strategis dalam mengembangkan pendidikan vokasi dengan menjajaki kerja sama internasional, khususnya dengan Jepang.
Upaya ini dilakukan untuk mendorong lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan pendidikan dan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi siswa dan guru untuk mengikuti pelatihan, magang industri, hingga pertukaran pengalaman di Jepang.
Kepala Dinas Pendidikan Maluku, Sarlota Singerin, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
“Pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga harus mampu mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki kompetensi global,” ujarnya didepan Consul General of Japan In Surabaya, Mr. Takonai Susumu, di Maluku, Rabu 25 Februari 2026.
Melalui kerja sama ini, diharapkan para siswa mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri internasional, sementara para guru memperoleh penguatan kapasitas agar proses pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku agar tidak tertinggal dalam persaingan global.
“Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kualitas SDM. Kami ingin anak-anak Maluku memiliki kompetensi global, dan guru-guru juga terus berkembang mengikuti kebutuhan industri,” tambahnya dikutip media ini dari akun TikTok resmi Dinas Pendidikan Maluku, Jumat 27 Februari 2026.
Dinas Pendidikan Maluku optimistis, melalui kolaborasi dengan mitra dari Jepang, pendidikan vokasi di daerah ini akan semakin berkembang dan mampu mencetak lulusan yang siap kerja, profesional, serta berdaya saing internasional.***












Komentar