oleh

Blok Masela Sudah Ditandatangani 28 Tahun Lalu Sejak Era BJ Habibie, Baru di Gubernur Hendrik Semua Terwujud 

AMBON, BABETO.ID – Proyek gas raksasa Blok Masela ternyata telah dimulai sejak masa pemerintahan Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie. Kontrak kerja sama atau Production Sharing Contract (PSC) antara Pemerintah Indonesia dengan perusahaan Jepang, Inpex Masela Ltd, ditandatangani pada 16 November 1998.

Namun, meski kontrak telah diteken hampir tiga dekade lalu, proyek tersebut baru memasuki tahap pembangunan fisik setelah mengalami berbagai kendala, mulai dari perubahan konsep pengembangan, revisi rencana proyek, hingga pergantian mitra investasi.

Dilansir dari akun TikTok Dean Natsi pada Selasa (21/7/2026), Blok Masela disebut telah “terkatung-katung” selama sekitar 28 tahun sebelum akhirnya memasuki babak baru pembangunan.

Perjalanan panjang proyek dimulai pada 1998 saat kontrak PSC ditandatangani. Dua tahun kemudian, pada 2000, Inpex berhasil menemukan cadangan gas raksasa di Lapangan Abadi yang berada di Laut Arafura, Maluku. Penemuan tersebut menjadikan Blok Masela sebagai salah satu proyek migas terbesar di Indonesia.

Dalam perjalanannya, proyek ini sempat mengalami perdebatan panjang terkait pembangunan kilang LNG, apakah menggunakan konsep terapung (offshore) atau dibangun di darat (onshore).

Perubahan kebijakan tersebut membuat rencana pengembangan harus direvisi dan menyebabkan proyek terus mengalami penundaan.

Selain itu, perubahan komposisi kepemilikan saham serta keluarnya salah satu investor juga ikut memperpanjang proses realisasi proyek.

Meski demikian, pemerintah bersama para mitra akhirnya melanjutkan pengembangan proyek yang diperkirakan bernilai investasi lebih dari US$20 miliar.

Kini, setelah hampir 28 tahun sejak kontrak pertama ditandatangani, proyek LNG Abadi Blok Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan fisik (groundbreaking), yang diharapkan menjadi tonggak baru bagi pengembangan industri migas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *