oleh

“SABTU MASIH TIUP LILIN DAN TERTAWA, MINGGU MALAM SUDAH TIADA: KAMI MASIH TAK PERCAYA INCES PERGI SELAMANYA”

-Peristiwaa-56 Dilihat

BOGOR, Babeto.id– “Masih belum percaya ya Allah… baru semalam kita kumpul bareng, dia tertawa, dia senyum… sekarang sudah tiada…”

Kalimat itu tertulis jelas di unggahan Lia, sahabat akrab almarhumah, yang membagikan pesan duka pukul 01.20 WIB dini hari tadi, tepat sebelum kabar kecelakaan dikonfirmasi. Tulisan itu mewakili perasaan semua orang yang mengenal TRISMANIA ASIKIN, atau yang akrab disapa INCES, sosok perempuan cantik, lembut, dan penuh kasih sayang yang telah berpulang ke Rahmatullah akibat kecelakaan lalu lintas Di Simpang Perapatan Jambu Dua Dengan Mobil Tangki Pembawa Air, yang menimpanya secara tiba-tiba sekitar pukul 01.30 WIB, saat Minggu malam beralih ke hari Senin.

Kepergiannya terasa begitu singkat, begitu cepat, dan menyisakan luka yang tak terobati. Jejak hidup dan perasaannya tercatat jelas lewat status-status WhatsApp yang ia bagikan sendiri, yang kini menjadi bukti perjalanan hatinya yang sangat menyayat hati:

JEJAK PERASAAN & MOMEN YANG IA UNGGAH SENDIRI

RINDU ORANG TUA YANG TAK BERKATA
Beberapa hari sebelum kepergiannya, Inces membagikan foto almarhum Ayah dan Ibunya, lengkap dengan makam mereka. Ia menulis kalimat pendek namun penuh makna:

Status unggahan wa sebelom laka

“Rinduuuuu…”
“Al-fatihah pa’ n ma’…..”
Betapa besar kerinduannya, betapa ia mencintai orang tuanya yang telah mendahuluinya. Kerinduan mendalam itu ia bawa sendiri, menjadi beban batin yang tidak diketahui oleh siapa pun, bahkan oleh orang-orang terdekatnya sekalipun.

FOTO ULANG TAHUN YANG IA BAGIKAN
Hari Sabtu pagi pukul 07.29 WIB, Inces mengunggah momen bahagianya sendiri. Sebuah foto dirinya sedang merayakan ulang tahun, tersenyum lebar, dikelilingi orang-orang terkasih. Di bawah foto itu ia tulis:
“Ultah taun ini g ada bujang ku…”

(Artinya: Ulang tahun tahun ini rasanya lengkap, semua ada, tak ada yang kurang…)

Saat itu semua mengira itu adalah ungkapan syukur dan kebahagiaannya. Kami semua senang melihatnya bahagia. Perayaan ini ia unggah sendiri, bukan di lokasi Cafe Nusantara, itu adalah momen pribadinya. Tak ada satu pun yang menyangka, bahwa di balik senyum indah itu, di balik kata “lengkap” itu, hatinya sedang menangis dan menahan rasa lelah yang luar biasa berat. Ia pandai sekali menyembunyikan segalanya.

JERITAN HATI TERAKHIR: TANDA YANG TERLAMBAT DIMENGERTI
Tak lama setelah itu, tepatnya Sabtu malam pukul 20.09 WIB, suasana berubah drastis. Inces kembali mengunggah foto dirinya, namun kali ini tulisannya berbeda, sangat berbeda. Kalimat pendek namun sangat dalam maknanya, seolah menjadi jeritan hati terakhirnya:

“Lelaaaaaah…. Ti isuk meletuk…. Meni hayang gera ngagoler….”
(Artinya: Lelah sekali…. Sejak pagi rasanya sudah hancur lebur…. Sungguh ingin sekali segera berbaring dan beristirahat….)

Kalimat itu kini bergema menyakitkan di hati kami semua. Ternyata, saat ia bilang ulang tahunnya “lengkap”, saat ia tertawa dan bersenang-senang, jiwanya sedang berteriak minta istirahat. Ia sudah memberi tanda sejelas-jelasnya, namun sayang, kami semua mengira itu hanyalah keluhan biasa. Kami terlambat menyadari bahwa kalimat itu adalah doa, permohonan izin untuk beristirahat selamanya, lepas dari segala beban dunia, kerinduan, dan rasa lelah yang ia pikul sendirian.

KESAKSIAN TEMAN AKRAB LIA: “BARU SEMALEM KITA KUMPUL BARENG”

Pukul 01.20 WIB, hanya selang beberapa menit sebelum musibah terjadi, sahabatnya Lia menulis pesan yang kini menjadi kenangan paling menyakitkan dan mewakili kenyataan yang ada:

“Inalillahi wa innailaihi rojiun Inces 😭😭😭 msh belm percaya ya’ Allah semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keadaan Khusnul khatimah Inces kmu g ada d tepat hari ulang tahun kmu Mash blm percaya baru semalem kita kumpul bareng 😭😭😭😭😭”

Isi pesan itu begitu nyata dan jelas: “Masih belum percaya… baru semalam kita kumpul bareng…”

Ya, baru kemarin Sabtu malam, Inces berkumpul, tertawa, dan bercanda bersama Lia dan sahabat-sahabatnya di Cafe Nusantara. Di sana ia tampak begitu ceria, begitu hidup, seolah tak ada

(Han)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *