AMBON, BABETO.ID – Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Wilayah Maluku menilai terbitnya Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP tentang penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW PPP Maluku sebagai langkah yang berpotensi mengabaikan kerja politik kader di daerah.
Sorotan utama GMPI tertuju pada tidak masuknya nama Aziz Hentihu dan Rovik Akbar Afifudin dalam struktur kepemimpinan terbaru. Keduanya selama ini dikenal sebagai figur sentral yang dinilai berperan besar dalam menggerakkan mesin politik PPP Maluku.
Bendahara Umum GMPI Maluku, Wändri Makasar, mengatakan publik Maluku mengetahui kontribusi Aziz dan Rovik dalam membangun eksistensi serta citra PPP di tengah masyarakat.
“Aziz dan Rovik adalah figur yang selama ini menjadi wajah dan penggerak PPP Maluku. Jika keduanya tidak lagi berada dalam unsur pimpinan, tentu publik bertanya-tanya. Jangan sampai kerja keras kader di daerah terkesan diabaikan,” ujar Wändri.
Menurutnya, keberhasilan PPP Maluku dalam sejumlah momentum politik terakhir tidak lepas dari konsolidasi dan kerja terstruktur yang dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya.
GMPI pun mengingatkan DPP PPP agar setiap kebijakan organisasi tetap mengedepankan asas penghargaan terhadap kerja kolektif kader serta menjaga soliditas partai.
“Kami berharap keputusan ini tidak memunculkan kesan bahwa kontribusi kader yang telah membesarkan partai bisa dikesampingkan begitu saja. PPP harus tetap menjadi rumah besar yang menghargai perjuangan kadernya,” tegasnya.
GMPI Maluku juga mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga persatuan sembari mendorong adanya komunikasi terbuka antara DPP dan jajaran di daerah guna meredam polemik yang berkembang.***














Komentar