SBB, BABETO.ID – Anggaran makan dan minum Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) senilai Rp1,7 miliar pada tahun 2013 kembali menjadi sorotan. Dalam isu yang beredar di media sosial, nama Sekretaris Dewan (Sekwan) Rani Tomia turut disebut dan memicu perbincangan publik.
Dilansir pada Senin (3/8/2026), dari akun Facebook Ramakeliangain, terdapat seruan demonstrasi bertajuk “Selamatkan SBB”.
Dalam unggahannya, pemilik akun tersebut menyoroti kewajiban pejabat publik untuk menyampaikan laporan kekayaan serta meminta agar dugaan tindak pidana korupsi yang dinilai masih terjadi di SBB mendapat perhatian serius.
“Pejabat publik harus memberikan laporan kekayaan ke KPK. Banyak dugaan tindak pidana korupsi yang sampai hari ini masih merajalela dan memiskinkan rakyat Saka Mese Nusa,” ujarnya.
Sorotan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari akun SBB Satu Darah. Ia mempertanyakan penggunaan anggaran makan dan minum yang dinilai cukup besar.
“Anggaran makan minum itu besar loh, apalagi tamu juga jarang datang ke pendopo, tidak seramai bupati-bupati terdahulu. Ini perlu segera diusut penggunaannya,” katanya.
Besarnya anggaran tersebut kini menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak menilai penggunaan anggaran makan dan minum perlu dibuka secara transparan agar masyarakat dapat mengetahui peruntukan dan realisasinya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Pemda SBB maupun Rani Tomia terkait sorotan anggaran makan dan minum tersebut.***














Komentar