oleh

Ambulans Antar Pasien Terjebak Pawai Fans Argentina di SBB

SBB, BABETO.ID – Sebuah mobil ambulans yang sedang mengantar pasien dilaporkan terjebak di tengah pawai pendukung Tim Nasional Argentina di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Peristiwa itu menuai perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Pawai tersebut digelar sebagai bentuk euforia masyarakat setelah Tim Nasional Argentina berhasil mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7/2026).

Kemenangan itu memastikan La Albiceleste melaju ke partai final dan akan menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara dunia.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Fatin Tuasamu pada Kamis (16/7/2026). Dalam unggahannya, pemilik akun menuliskan keterangan singkat, “Ambulan terjebak pawai.”

Dari rekaman video yang beredar, terlihat sebuah ambulans berusaha melintasi jalan yang dipenuhi iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat milik para pendukung Argentina.

Kepadatan arus lalu lintas membuat ambulans tidak dapat bergerak dengan leluasa, meski sedang membawa orang sakit menuju fasilitas kesehatan.

Euforia kemenangan Argentina membuat ratusan pendukung turun ke jalan melakukan konvoi kendaraan di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Namun, di tengah kemeriahan tersebut, perjalanan ambulans yang membawa pasien justru terhambat karena sulit mendapatkan akses untuk melintas.

Peristiwa tersebut kemudian memicu beragam komentar dari masyarakat. Banyak warganet menyayangkan masih adanya pengendara yang tidak segera memberikan jalan kepada ambulans.

Mereka menilai keselamatan pasien harus menjadi prioritas dibandingkan kegiatan konvoi atau pawai.

Sejumlah netizen juga mengingatkan bahwa ambulans merupakan kendaraan yang memiliki hak utama di jalan ketika sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

Karena itu, seluruh pengguna jalan diwajibkan memberikan ruang agar ambulans dapat melintas tanpa hambatan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perayaan kemenangan olahraga seharusnya tetap dilakukan secara tertib serta tidak mengganggu kepentingan umum, terutama pelayanan darurat yang menyangkut keselamatan jiwa seseorang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui kondisi pasien yang berada di dalam ambulans maupun berapa lama kendaraan tersebut terhambat di lokasi.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat terkait kejadian tersebut.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan seluruh pengguna jalan dapat lebih mengutamakan kendaraan darurat, terutama ambulans yang sedang membawa pasien untuk mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed